Uji Kompetensi Jadi Ajang Unjuk Bakat Teater Pelajar SMKN 12 Surabaya

siswa dan siswi jurusan Seni Teater SMKN 12 Surabaya melaksanakan Tugas Akhir Uji Kompetensi Seni Teater di gedung kesenian Cak Durasim, Surabaya.

Uji Kompetensi Jadi Ajang Unjuk Bakat Teater Pelajar SMKN 12 Surabaya
surabaya.tribunnews.com/christine ayu nurchayanti
Lakon 'Birds Market' yang dimainkan oleh para siswi jurusan Seni Teater SMKN 12 Surabaya, Selasa (30/4/2019) 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sebanyak 32 siswa dan siswi jurusan Seni Teater SMKN 12 Surabaya melaksanakan Tugas Akhir Uji Kompetensi Seni Teater, Selasa (30/4/2018) di gedung kesenian Cak Durasim Taman Budaya Jawa Timur.

Kali ini terdapat lima pementasan yang mereka suguhkan yang terdiri dari tiga pementasan monolog dan satu pementasan dialog atau kelompok.

"Mereka kami bebaskan memilih naskah yang sesuai dengen kemampuan mereka namun tetap dengan pertimbangan guru pembimbing. Ada empat guru pembimbing yang terlibat," tutur Harwi Mardianto, ketua jurusan Seni Teater SMKN 12 Surabaya.

Para siswa dan siswi tersebut, lanjutnya, diberikan waktu berproses mulai Januari hingga April 2019.

Selain Harwi, ada dua penguji lainnya yang berasal dari eksternal sekolah yaitu Eko Santosa dan Heri Langit.

"Penilaiannya meliputi persiapan, proses, dan hasil. Misalnya, dari segi pemeran meliputi penghayatan, kalau artistik meliputi konsepnya. Selain itu juga ada hal-hal teknis lainnya," tutur Eko.

Kericuhan Warnai Rekapitulasi Suara di KPU Jember. Staf Bawaslu Jember Kena Pukul Staf KPU

Saat Razia, Polisi Ajak Korban Kecelakaan yang Terpaksa Diamputasi Untuk Berbagi Pengalaman

Mengenai beberapa tim yang telah tampil, Eko menuturkan, secara visual, sisi artistik sudah tampak bagus.

"Tampilannya sudah oke, tapi para aktor tampak kurang yakin, terlihat grogi. Bisa dianggap baik, tapi cara penyajiannya masih kurang yakin," lanjut Eko.

Salah satu siswi, Illiyin, yang menjadi pemeran utama lakon 'Birds Market' yang mengisahkan tentang kehidupan burung yang tidak bebas.

"Sebenarnya saya tadi kurang puas karena ada kesalahan teknis, ngerasa kurang bagus," tutur Illiyin.

Menjadi aktris utama, lanjutnya, membuat dirinya harus memberikan tenaga yang lebih besar ketimbang rekan-rekannya yang lain.

Lain halnya dengan Tya Kusuma Ayu, siswi lain yang memilih lakon monolog 'Suto Mencari Bapak'.

"Saya memilih monolog karena saya lebih nyaman main sendiri. Untuk observasinya, saya cari referensi di YouTube dan melihat lingkungan sekitar," pungkasnya. 

Penulis: Christine Ayu Nurchayanti
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved