Berita Sumenep Madura

Reaksi Jaksa atas Vonis Setahun Penjara untuk Dua Terdakwa Korupsi Pasar Pragaan Sumenep Madura

Majelis Hakim PN Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya memvonis dua tahun penjara terhadap dua terdakwa korupsi renovasi Pasar Pragaan, Sumenep.

Reaksi Jaksa atas Vonis Setahun Penjara untuk Dua Terdakwa Korupsi Pasar Pragaan Sumenep Madura
surya.co.id/ali hafidz syahbana
Kasi Pidsus Kejari Sumenep Madura Herpin Hadad. 

SURYA.co.id |  SUMENEP - Majelis Hakim PN Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya memvonis dua tahun penjara terhadap dua terdakwa korupsi renovasi Pasar Pragaan, Sumenep, Madura, Baburrahman dan Andriyanto, Selasa (30/4/2019),

"Dua terdakwa Baburrahman dan Koko Andriyanto dijatuhkan vonis satu tahun," kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Sumenep Herpin Hadad, Selasa (30/4/2019).

Namun, atas vonis ini Jaksa menyatakan pikir-pikir dan akan memanfaatkan waktu tujuh hari menentukan sikap.

Menurutnya, Vonis yang dijatuhkan Majelis Hakim lebih ringan dari tuntutan jaksa. Sebab JPU menuntut Baburrahman dan Koko Andriyanto 1,6 bulan.

Alasan  memberatkan, lanjut Herpin, kedua terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan tindak pidana korupsi.

Sedang yang meringankan kedua terdakwa sangat kooperatif dalam persidangan.

"Selain itu kedua terdakwa menjadi tulang punggung keluarga dan mereka telah mengembalikan kerugian negara sebesar Rp676.857.499,53," jelas Herpin.

Setelah putusan dibacakan, dua terdakwa mengaku menerima putusan tersebut.

Masih kata Herpin, terkait putusan ini JPU menyatakan pikir-pikir dan akan menfaatkan waktu selama tujuh hari.

Baburrahman selaku rekanan proyek senilai Rp. 2.456.456.000, dan Koko Andriyanto selaku konsultan pengawas juga  diwajibkan membayar denda sebesar Rp50 juta subsider kurungan satu tahun penjara.

Vonis itu disampaikan Majelis Hakim Tipikor Surabaya dalam persidangan dengan agenda putusan pada Kamis (25/4/2019) lalu.

Renovasi Pasar Pragaan Sumenep bersumber Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2014 dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sumenep dengan nilai kontrak Rp 2.456.456.000.

Dalam praktiknya pekerjaan fisik tersebut tidak sesuai dengan spesifikasi teknis, volume dan RAB yang tercantum dalam kontrak, sehingga menyebabkan kerugian negara hingga Rp 676.857.499,53.

Penulis: Ali Hafidz Syahbana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved