Breaking News:

Berita Gresik

Imbauan Dinkes Gresik kepada Para Pedagang Takjil jelang Bulan Ramadan

Menjelang bulan suci ramadhan Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik menghimbau kepada para penjual takjil.

surya/ahmad zaimul haq
Foto ilustrasi: Pedagang melayani pembeli makanan berbuka puasa takjil. 

SURYA.co.id | GRESIK – Menjelang bulan suci ramadhan Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik menghimbau kepada para penjual takjil agar memperhatikan bahan yang digunakan. Mengingat pada tahun lalu ditemukan takjil mengandung bahan kimia berbahaya.

Kasi Kefarmasian Sumber Daya Kesehatan Dinkes Sri Hermiyati mengatakan pada bulan puasa tahun lalu, Dinkes Gresik menemukan dua jajanan takjil yang dijual bebas mengandung bahan pengawet, boraks saat melakukan inspeksi mendadak.

"Krupuk dan cimol," ujarnya.

Saat itu Dinkes hanya melakukan pendataan pedagang tersebut lalu melakukan pembinaan.

Pihaknya menghimbau kepada para pedagang tidak menggunakan campuran bahan kimia yang berbahaya.

"Kebanyakan pedagang tidak tahu bahan yang mereka gunakan. Efeknya seperti apa, padahal untuk jangka panjangnya bisa sampai penyakit kronis,” tegasnya.

Saat bulan puasa, tingkat konsumsi jajanan takjil terbilang tinggi.

Dinkes selama ini juga sudah melakukan penyuluhan. Bahkan, beberapa waktu lalu melakukan sosialisasi desa pangan aman.

Pihaknya tidak segan-segan untuk melakukan hal yang sama saat menemukan makanan yang mengandung bahan kimia dilarang.

Mengingat saat makanan itu dites akan langsung berubah warna tajam. "Patut dicurigai mengandung bahan kimia berbahaya," tutupnya.

Penulis: Willy Abraham
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved