DPRD Surabaya

Terkait Temuan DPRD Ada Pasien Tak Bisa Pulang usai Operasi, Direktur RSUD: Semua harus Taat Aturan

Rizky yang masih duduk di bangku kelas VII SMP ini terjatuh dari motor. Awalnya dilarikan ke klinik dan akhirnya dirujuk ke RSUD dr Soewandhie.

Terkait Temuan DPRD Ada Pasien Tak Bisa Pulang usai Operasi, Direktur RSUD: Semua harus Taat Aturan
surya.co.id/nuraini faiq
Orangtua pasien Rizky Triadiyarma memperlihatkan Kartu Indonesia Sehat (KIS). 

PLT DIREKTUR RSUD dr Soewandhie Surabaya drg Febria Rachmanita meminta semua pihak menaati aturan yang berlaku dalam layanan jaminan kesehatan nasional (JKN). Termasuk para pasien dan lembaga DPRD yang Senin (29/4) siang melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan menemui pasien atas nama Rizky.

Pihak RS tak berkenan Ketua DPRD Surabaya Armuji membawa awak media dalam sidaknya.

Wakil Direktur (Wadir) Pelayanan Medik dan Keperawatan RS dr Soewandhie, drg Rince Pangalila meminta masalah pasien Rizky tidak dibesar-besarkan.

Pihak RS menegaskan bahwa pasien itu (Rizky) awalnya diminta membuat pernyataan bahwa yang bersangkutan bisa dilayani dengan BPJS kalau menunjukkan surat keterangan kepolisian bahwa Rizky benar-benar mengalami kecelakaan tunggal.

Namun, hingga saat ini surat keterangan itu belum ada. Jika tidak ada surat ini, maka BPJS tidak bisa mengklaim biaya pasien. Wadir Rince langsung menghubungi BPJS atas aturan ini. "Semua dengar sendiri," kata Rince, Senin (29/4).

Rizky yang masih duduk di bangku kelas VII SMP ini terjatuh dari motor. Awalnya dilarikan ke klinik dan akhirnya dirujuk ke RSUD dr Soewandhie. Namun hingga berakhirnya masa operasi, tidak ada surat keterangan dari kepolisian.

"Anak saya tak punya SIM dan tidak ada surat keterangan polisi," kata Kiki, ibunda Rizky.

Plt Direktur RSUD dr Soewandhie yang juga Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Surabaya drg Febria Rachmanita juga menyampaikan bahwa keluarga pasien yang bersangkutan tidak bertanggung jawab. Pasien kerap ditinggal tak ada yang menunggu.

"Kami mohon semua mengikuti aturan. Kami ada BPK yang mengaudit sehingga semua keuangan harus detail. Insya Allah kami tidak akan melakukan hal-hal yang tidak sesuai aturan. Bila ada staf kami yang tidak menaati aturan, kami beri sanksi tegas," kata Febria secara terpisah. (fai)

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved