Berita Blitar

Ribuan Petani di Blitar bakal Tersenyum, Kementerian LHK Beri 19.000 Ha Lahan, ini Ketentuanya 

Ribuan petani di Kabupaten Blitar, khususnya yang tinggal di tepi hutan, sebentar lagi bakal tersenyum lebar.

Ribuan Petani di Blitar bakal Tersenyum, Kementerian LHK Beri 19.000 Ha Lahan, ini Ketentuanya 
surabaya.tribunnews.com/fatimatuz zahroh
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa di tengah area hutan yang ditanami budidaya porang, di Desa Bendoasri,  Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk,  Minggu (10/3/2019). Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan berencana akan memberi petani lahan hutan untuk dijadikan lahan garapan. 

SURYA.co.id | BLITAR - Ribuan petani di Kabupaten Blitar, khususnya yang tinggal di tepi hutan, sebentar lagi bakal tersenyum lebar.

Sebab, semula mereka yang hanya jadi penonton atau sekadar buruh tani, kini bakal memiliki lahan garapan sendiri.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan berencana akan memberi lahan hutan, untuk dijadikan lahan garapan. Tak tanggung-tanggung, luasnya sekitar 19.000 hektare (Ha). Itu tersebar di beberapa kecamatan.

Yang membuat petani lebih senang, lahan garapan itu bisa 'dikuasai' selama 35 tahun atau sesuai SK yang diberikan kementerian itu kepada petani.

Namun, mereka juga harus patuh dengan beberapa ketentuan, misalnya, tidak boleh menanam sembarang jenis tanaman dan ada ketentuan sharing profit sesuai kesepakatan.

"Kalau ada kabar seperti itu, kami para petani ini senang mas. Memang, harapan kami, seperti itu, supaya lahan garapan sendiri," ujar Romadon (46), petani asal Desa Rejoso, Kecamatan Binangun ditemui di kantor KPH Blitar, Senin (29/4/2019) siang.

Senin itu, memang ada Mou antara kementerian LHK dengan Perhutani Blitar, para kades, dan beberapa kelompok tani, yang tergabung di Lembaga Masyarakat Dalam Hutan (LMDH).

Pada MoU itu, intinya, masyarakat yang tinggal di tepi hutan, bakal dapat bagian lahan garapan seiring program pemerintah yang akan membagikan lahan hutan di Kabupaten Blitar seluas 19.000 ha.

Itu tersebar di beberapa kecamatan di antaranya, Kecamatan Binangun, Bakung, Doko, Gandusari, Panggungrejo, Kesamben, Selorejo.

Rencananya, per orang atau KK akan dapat jatah lahan garapan seluas 1 Ha dan maksimal 2 ha.

Halaman
123
Penulis: Imam Taufiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved