Berita Gresik

Polisi Belum Tetapkan Tersangka Peristiwa Bus Pariwisata Terguling di Gresik, Ini Alasannya

polisi belum ditetapkan tersangka, meski kecelakaan bus pariwisata di Gresik itu mengakibatkan puluhan penumpang luka-luka.

Polisi Belum Tetapkan Tersangka Peristiwa Bus Pariwisata Terguling di Gresik, Ini Alasannya
surya/sugiyono
Kondisi para penumpang bus pariwisata saat dirawat di RSUD Ibnu Sina Kabupaten Gresik, Senin (29/4/2019). 

SURYA.co.id | GRESIK - Sopir bus pariwisata yang terguling di Tol Kebomas KM 15/600 masih diminati keterangan oleh tim penyidik Satlantas Polres Gresik. Dari pemeriksaan itu, polisi belum ditetapkan tersangka, meski kecelakaan itu mengakibatkan puluhan penumpang luka-luka.

Kanit lantas Satlantas Polres Gresik, Ipda Yosy Eka Prasetya, mengatakan akibat kecelakaan bus pariwisata pada Minggu (28/4/2019), pukul 21.30 WIB, puluhan penumpang bus pariwisata harus dirawat di RSUD Ibnu Sina Gresik.

Dari olah TKP, bus pariwisata S 7198 UW dikemudikan Samsudi (58), warga Desa Kebonsari Kecamatan/Kabupaten Tuban, itu diduga oleng ke kanan dan menabrak pembatas jalan tengah hingga akhirnya terguling.

Bus Rombongan Ziarah Wali Dari Mojokerto Terguling di Gresik. Puluhan Penumpang Bergelimpangan

"Anggota masih memeriksa keterangan saksi-saksi, jadi belum menetapkan tersangka" kata Yosy, Senin (29/4/2019).

Yosy menuturkan diduga pengemudi bus pariwisata tidak dapat mengendalikan setir, sehingga bus oleng ke kanan dan terguling.

"Mungkin bisa jadi sopir ngantuk dan kurang fokus saat mengantar rombongan ziarah wali," sambungnya.

Sementara, puluhan penumpang bus pariwisata yang dirawat di RSUD Ibnu Sina Kabupaten Gresik akan dirujuk ke rumah sakit di wilayah Mojokerto.

Hal ini untuk memudahkan pihak keluarga agar lebih dekat dengan rumah.

"Kelihatannya tidak ada yang luka parah. Hanya patah tulang sekitar 5 orang. Kami harapkan bisa dirujuk ke rumah sakit di Mojokerto agar dekat dengan rumah. Pihak keluarga juga bisa menjaganya," kata Dio Ariya (29), warga Desa Randuharjo Kecamatan Pungging Mojokerto, salah satu penumpang bus.

Dio menceritakan saat musibah bus pariwisata terguling.

Awalnya, rombongan ziarah wali lima berangkat dari Mojokerto telah berkunjung ke makam wali di Tuban dan Lamongan.

Kemudian, karena kondisi hujan, rombongan tidak ke makam Sunan Giri dan Makam Syeh Maulana Malik Ibrahim.

Bus pariwisata yang masuk dari Tol Manyar ini melanjutkan perjalanan ke Sunan Ampel Surabaya.

Ternyata bus mengalami kecelakaan di Tol Gresik.

"Tiba-tiba bus oleng ke kanan, dan terguling. Saya yang duduk di bagian tengah lurus dengan sopir langsung tertimpa penumpang yang lain beserta barang bawaannya," ungkapnya.

Dalam kondisi sesak dan gelap itu, akhirnya para penumpang bisa keluar melalui bagian depan bus setelah kaca bagain depan mobil dipecah oleh sopir.

"Satu persatu penumpang keluar dengan menahan rasa sakit," imbuhnya.

Penulis: Sugiyono
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved