Pahlawan Pemilu 2019

Petugas TPS 19 Pacarkeling Surabaya Meninggal Dunia Usai Bertugas, Tommy sempat Mengeluh Sesak Napas

Maria Magdalena Latri (47) tak sanggup menahan kesedihannya ketika sorot matanya menerawang ke jasad Tommy Heru Siswantoro (47).

Petugas TPS 19 Pacarkeling Surabaya Meninggal Dunia Usai Bertugas, Tommy sempat Mengeluh Sesak Napas
surya.co.id/danendra kusumawardana
Maria Magdalena Latri (47) menunjukkan foto dirinya bersama almarhum Tommy Heru Siswantoro (47) dan anak semata wayangnya Arnoldus Janssen Joemantoro Duta Pratama (16). 

Surya.co.id l SURABAYA - Maria Magdalena Latri (47) tak sanggup menahan kesedihannya ketika sorot matanya menerawang ke jasad Tommy Heru Siswantoro (47) yang tak lain adalah suaminya. Maria pun berlinang air mata, seketika itu pula tubuhnya ikut melemas. Dia tak mampu menegapkan posisi duduknya.

Melihat hal tersebut, para keluarga yang berdiri di samping Maria mencoba untuk menenangkan dengan mendekap tubuhnya. Meski begitu, Maria tetap menangis tersedu.

Selang beberapa jam, jasad Tommy digotong para warga dan petugas Linmas menuju ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kelurahan Pacar Keling yang tak jauh dari rumah duka. Maria turut serta dalam prosesi pemakaman Tommy. Maria berusaha menguatkan langkahnya hingga sampai ke pusara Tommy.

Maria terlihat berupaya tegar saat jenazah sang suami diturunkan ke dalam liang lahat. Petugas makam lantas menimbun jenazah Tommy. Setelah jenazah Tommy tertimbun tanah, Maria dan beberapa keluarga menaburkan bunga di atas pusara.

Setelah prosesi tabur bunga selesai, Maria duduk berjongkok di samping pusara. Dia hanya bergeming sembari menatap pusara Tommy. Tak seberapa lama Maria berdoa.

Usai pemakaman, Maria melayani para pelayat yang datang di ke diamannya yang berada di Jl.Karang gayam Teratai No.24, Pacarkeling, Tambaksari, Surabaya. Dia menjabat tangan para pelayat, lantas duduk dan berbincang.

Saat berbincang dengan para pelayat, Maria sesekali bercucuran air mata. Dia pun mengusap air mata itu dengan punggung tangannya. Mata Maria semakin sembap dan memerah.

Surya.co.id juga berkesempatan berbincang dengan Maria. Dia menceritakan, sebelum meninggal, sepekan yang lalu Tommy mengeluhkan jika napasnya terengah-engah. Diduga Tommy kelelahan setelah bertugas menjadi anggota KPPS di TPS 19 Kelurahan Pacarkeling.

Tommy mulai bekerja, Selasa (16/4) sore untuk mempersiapkan untuk pelaksanaan pencoblosan. Sekitar pukul 21.00 WIB, Tommy kembali ke rumah untuk beristirahat. Keesokan harinya, Rabu (17/4) sekitar pukul 06.30 WIB Tommy berangkat ke TPS dan baru pulang keesokan harinya Kamis (17/4) sekitar pukul 07.00 WIB.

"Setiap ada coblosan suami saya selalu menjadi panitia. Biasanya selepas Maghrib sudah selesai dan pulang. Namun, kemarin suami saya baru pulang Kamis pukul 07.00 WIB. Sesampainya di rumah lantas dia mandi. Seusai mandi baru mengeluh napasnya ngos-ngosan," katanya kepada Surya.co.id saat ditemui dikediamannya, Kamis (25/4).

Halaman
123
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved