Perolehan Suaranya Tersisa 27 Suara, Caleg Demokrat Bangkalan Soroti Kinerja Panitia Pemilu

Caleg) Nomor Urut 1 Partai Demokrat Dapil V Bangkalan, Abdul Rahman Tohir menyoroti kinerja penyelenggara Pemilu di Kabupaten Bangkalan.

Perolehan Suaranya Tersisa 27 Suara, Caleg Demokrat Bangkalan Soroti Kinerja Panitia Pemilu
surabaya.tribunnews.com/ahmad faisol
Calon Legislatif (Caleg) Nomor Urut 1 Partai Demokrat Dapil V Bangkalan, Abdul Rahman Tohir menunjukkan berkas-berkas Form C1 di hadapan awak media, Senin (29/4/2019). 

SURYA.co.id | BANGKALAN - Calon Legislatif (Caleg) Nomor Urut 1 Partai Demokrat Dapil V Bangkalan, Abdul Rahman Tohir menyoroti kinerja penyelenggara Pemilu di Kabupaten Bangkalan.

Pasalnya, hasil perolehan suara caleg petahana itu dalam Pileg DPRD Bangkalan kali ini mendadak anjlok hingga menyisakan 27 suara ketika sampai pada tahapan penghitungan di tingkat kecamatan.

Berdasarkan Form C1 miliknya, Abdul Rahman mengaku mendulang sekitar 7000-an total di tiga kecamatan; Labang, Kamal, dan Kwanyar. Dengan asumsi masing-masing kecamatan mendapatkan 3000 suara.

"Ketika sampai pada penghitungan di tingkat PPK, suara saya tersisa 27 suara. Padahal ada bukti Form C1," ungkap Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Bangkalan periode 2014-2019 itu di hadapan awak media, Senin (29/4/2019).

Ia menjelaskan, para saksi yang ditugaskan mengawal perolehan suara miliknya tidak diberi kesempatan ketika melayangkan protes.

"C1 di TPS Desa Jukong (Kecamatan Labang) saja, saya memperoleh lebih banyak," jelasnya.

Dapil V meliputi Kecamatan Labang, Kecamatan Kamal, Kecamatan Kwanyar, dan Kecamatan Tragah.

Abdul Rahman telah melayangkan laporan kepada Bawaslukab Bangkalan dan akan terus menempuh langkah hukum hingga ke tingkat propinsi dan pusat.

"Ke mana suara saya? Ini buat pembelajaran. Padahal panitia mulai PPS hingga PPK sudah disumpah untuk bertindak netral," jelasnya.

Ia menantang KPU Bangkalan agar bersedia membuka kotak suara untuk mencocokkan dengan Form C1 yang dipegangnya.

Halaman
12
Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved