Berita Lamongan

Pemicu Puluhan Mahasiswa PMII Ngluruk Kantor Dishub Lamongan 

Para mahasiswa ini melakukan hearing di ruang pertemuan Dishub Lamongan dan bertemu langsung dengan Kadishub, Ahmad Farikh.

Pemicu Puluhan Mahasiswa PMII Ngluruk Kantor Dishub Lamongan 
surya.co.id/hanif manshuri
Suasana pertemuan antara Kadishub Lamongan Ahmad Farikh dengan puluhan mahasiswa PMII Lamongan di Kantor Dishub, Senin (29/4/2019). 

Ada dana Rp 9 miliar yang kelola oleh Pemerintah Kabupaten Lamongan."Dengan dana sebanyak itu kenapa petugas parkir tidak dilengkapi identitas, sehingga kita bisa mengetahui parkir resmi atau yang liar," kata mahasiswa lainnya, Sanafi.

Para mahasiswa meminta penjelasan adanya papan parkir berlangganan di sekitar pasar ikan Lamongan.

Para mahasiswa menyarankan pemasangan papan sebagai petunjuk tempat parkir berlangganan gratis. "Beri rambu - rambu," tandasnya.

Sementara petugas parkir diberi identitas resmi supaya bisa mengetahui tempat parkir liar dan parkir resmi.

"Petugas parkir harus menata kendaraan dengan rapi," katanya.

Terkait masukan mahasiswa PMII, Kadishub Lamongan Ahmad Farikh menerimanya.

Pengelolaan parkir ada dua yaitu pajak parkir dan restribusi parkir .  Pajak parkir adalah mereka yang kena adalah pengusaha parkir dan hasil tersebut masuk ke Badan Pendapatan Daerah.

Sementara restribusi parkir berlangganan ada 80 titik yang sudah disiapkan papan petunjuknya dan ada petugas berseragam serta mengunakan nama.

"Juru parkir tersebut ada kontrak resmi dengan dinas dan digaji oleh APBD,"kata Farikh.

Sedang parkir di tepi jalan dan parkir berlangganan, seandainya ada parkir di tepi jalan nasional bukan kewenangan Dishub Lamongan, karena berada di tepi jalan nasional.

Halaman
123
Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved