Berita Surabaya

20 SMK BLUD di Jatim akan Dijadikan SMK Pengampu, Ini Tujuannya

20 SMK yang berstatus BLUD di Jawa Timur akan menjadi pengampu atau pendamping bagi SMK lain yang memiliki jurusan yang sama

20 SMK BLUD di Jatim akan Dijadikan SMK Pengampu, Ini Tujuannya
surya.co.id/fatimatuz zahroh
Ilustrasi - Gubernur Khofifah Indar Parawansa menyalami para siswa SMKN 1 Banyuwangi usai diberi motivasi dan pengarahan jelang pelaksanaan UNBK, Senin (25/3/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sebanyak 20 SMK yang berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di Jawa Timur akan menjadi pengampu atau pendamping bagi SMK lain yang memiliki jurusan yang sama. Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengatakan adanya SMK pengampu bagi SMK lain sebagai upaya mengurangi pengangguran yang dihasilkan lulusan SMK.

"Ternyata banyaknya pengangguran dari SMK, karena banyak SMK yang tak punya balai latihan kerja (BLK) dan tak punya laboratorium," kata Gubernur Khofifah usai memberi pengarahan dalam seminar Sinergi Penyelarasan Kerjasama SMK dengan Dunia Usaha dan Industri di Dyandra Convention Center, Senin (29/4/2019).

Dia menjelaskan, jika setiap SMK diberikan laboratorium, anggaran yang Pemerintah Provinsi Jatim tidak mencukupi.

"Maka diberikanlah anggaran pada SMK pengampu supaya yang punya keserumpunan jurusan bisa pakai BLK atau laboratorium yang sama," ujar mantan Menteri Sosial itu.

Pada kesempatan itu, Khofifah juga menyampaikan beberapa kebutuhan skill pada masa depan. Seperti sosial skill, ada problem solving skill.

Menurut dia, sosial skill partisipasi Jatim sangat luar biasa harusnya menjadi sosial capital yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi di Jatim.

Tinggal dunia usaha dan industri (Dudi) menyambungkan dengan kurikulum yang ada dan duduk bersama menyesuaikan kurikulum

"Saya usul ke Kepala Dinas Pendidikan paling tidak setahun 'include' dengan masa libur atau 10 bulan. Jika itu bisa disesuaikan dengan modul-modul, kita minta masukan ke ITS, Universitas Brawijaya dan Unair yang punya fakultas vokasi sehingga nyambung betul," ucapnya.

Dia juga memandang perlunya penguatan SMK dari 20 SMK BLUD di Jatim yang telah memiliki spesifikasi untuk mendorong kemandirian yang lebuh cepat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Saiful Rachman, mengatakan BLUD di provinsi itu terbilang sukses.

Selain itu, Khofifah sebagai gubernur baru sangat peduli terhadap BLUD, sehingga berbagai inovasi program SMK sedang dikembangkan.

"Gubernur memandang BLUD yang ada bisa ditularkan ke sekolah lain. Sekolah yang punya potensi akan diberi pendampingan," imbuh Saiful.

Meski pada prosesnya, dibentuknya BLUD membutuhkan proses panjang yang melibatkan Kementerian Keuangan, dan Kementerian Dalam Negeri, Saiful menegaskan yang terpenting adalah pola BLUD sudah menular pada sekolah yang lain.

"Pengampu untuk mengantisipasi SMK swasta untuk menghilangkan stigma pengangguran tertinggi dari SMK. Dari pengampu ini diharapkan SMK swasta akreditasinya naik, juga industrinya. Jika mandiri mereka lepas. Pengampu tidak selamanya karena programnya selama tiga tahun," pungkasnya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved