Rekapitulasi Pilpres Tingkat Kabupaten Jember, PPK Ditegur Karena Baca Rekap dari Ponsel

Seorang petugas PPK menjawab 'ketinggalan'. Rohan pun berkata tegas 'Kaliwates dipending, enak saja membaca di hape'.

Rekapitulasi Pilpres Tingkat Kabupaten Jember, PPK Ditegur Karena Baca Rekap dari Ponsel
surabaya.tribunnews.com/sri wahyunik
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jember menggelar rekapitulasi perolehan hasil Pilpres dan Pileg 2019 tingkat Kabupaten Jember mulai Minggu (28/4/2019). 

SURYA.co.id | JEMBER - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jember menggelar rekapitulasi perolehan hasil Pilpres dan Pileg 2019 tingkat Kabupaten Jember mulai Minggu (28/4/2019).

KPU Jember terbilang awal melakukan rekapitulasi perolehan Pilpres dan Pileg ini dibandingkan sebagian besar KPU kabupaten dan kota lain di Jawa Timur.

"Untuk Jember memang terbilang awal dibandingkan KPU lain di Jawa Timur. Kami agendakan selesai tiga hari. Namun kalau tiga hari belum selesai, ya bisa ditambah waktunya. Pastinya kami memiliki waktu rekapitulasi di tingkat kabupaten sampai 2 Mei nanti," ujar Komisioner KPU Jember, Ahmad Hanafi kepada wartawan di sela-sela rapat pleno terbuka rekapitulasi suara Pilpres dan Pileg yang digelar di Hotel Aston, Jember.

Awalnya KPU dan Bawaslu sepakat teknis rekapitulasi dilakukan per kecamatan, dengan rekapitulasi perolehan Pilpres dan Pileg. Namun sejumlah peserta rapat pleno, antara lain dari perwakilan partai politik, mengusulkan rekapitulasi diurut per pemilihan.

Akhirnya disepakati bersama rekapitulasi dilakukan per pemilihan oleh masing-masing Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). Rekapitulasi pertama adalah rekapitulasi perolehan Pilpres di Jember.

Sampai waktu rekapitulasi diskorsing pukul 17.15 Wib, masih 17 PPK yang membacakan rekapitulasi tingkat kecamatan. Sebenarnya ada 18 PPK yang sudah maju membacakan hasil rekapitulasi tingkat kecamatan. Namun untuk PPK Kaliwates akhirnya ditunda karena tidak membaca form D-A atau formulir rekapitulasi suara.

Petugas PPK Kaliwates membacanya melalui ponsel. "Mana DA-nya?" kata pimpinan rapat pleno yang juga komisioner KPU Jember, Habib M Rohan.

Seorang petugas PPK menjawab 'ketinggalan'. Rohan pun berkata tegas 'Kaliwates dipending, enak saja membaca di hape'.

Akhirnya petugas PPK Kaliwates mundur dari meja pembacaan. PPK Kaliwates dengan pengawalan polisi akhirnya harus mengambil formulir D-A tersebut.

Dan sampai skorsing sebelum istirahat Salat Maghrib itu, sudah 17 kecamatan yang rekapitulasinya dibaca. Sementara 14 yang tersisa dilanjutkan malam ini. Jadwal rapat pleno KPU setiap hari dijadwalkan sampai pukul 24.00 Wib. Kabupaten Jember terdiri atas 31 kecamatan dengan jumlah pemilih lebih dari 1,8 juta orang.

Dari pantauan Surya, pembacaan rekapitulasi perolehan Pilpres masing-masing PPK hanya membutuhkan waktu antara lima - tujuh menit.

Namun untuk beberapa PPK mendapatkan interupsi dan pertanyaan dari Bawaslu Jember. Interupsi antara lain berisi pertanyaan dan masukan perihal Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang tidak sama antara DPT yang telah disahkan dengan DPT yang dibacakan oleh PPK saat pembacaan rekapitulasi.

DPT yang berbeda antara lain terjadi di Kecamatan Kalisat, Ledokombo, juga Mumbulsari. Akhirnya Rohan meminta kepada PPK untuk melakukan pleno bersama saksi dan Panwascam. PLeno itu untuk kesepakatan bersama atas DPT di sejumlah PPK yang tidak sama.

Namun perbedaan DPT itu tidak mempengaruhi hasil perolehan suara. Dari 17 PPK yang sudah dibacakan itu, semuanya masih dimenangkan oleh Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden, Joko Widodo dan Ma'ruf Amin.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved