Pemilu 2019

Pasca Pemilu 2019, Ketua Umum KNPI : Pemuda Indonesia Perlu Mempererat Persatuan Bangsa

Dirinya ingin merangkul segenap pemuda yang ada di Indonesia agar menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan NKRI.

Pasca Pemilu 2019, Ketua Umum KNPI : Pemuda Indonesia Perlu Mempererat Persatuan Bangsa
surya.co.id/istimewa
Ketua Umum Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Haris Pertama (baju biru) bersama dengan pengurus Pondok Pesantren Luhur di Kota Malang pada Sabtu (27/4/2019). 

SURYA.co.id | MALANG - Ketua Umum Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Haris Pertama mengimbau kepada masyarakat khususnya pemuda di Indonesia untuk menjaga persatuan.

Hal itu ia ucapkan ketika berkunjung ke Pondok Pesantren Luhur yang berlokasi di Jalan Sumbersari, Lowokwaru, Kota Malang, Sabtu (27/4/2019).

Menurutnya, pasca Pemilu 2019 ini rawan terjadi perpecahan akibat adanya keberpihakan pada salah satu pendukung pasangan calon presiden.

Untuk itu dirinya ingin merangkul segenap pemuda yang ada di Indonesia agar menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan NKRI.

"Kami sudah bersilaturahmi ke seluruh Indonesia. Dan saat ini kami berkunjung ke Kota Malang untuk bertemu tokoh agama dan tokoh politik bahwa kita menginginkan persatuan," ucapnya.

Dijelaskan Haris, saat ini ia melihat adanya disintegrasi bangsa yang muncul akibat hasil dari pilpres.

Untuk itu, pihaknya kini berencana akan melakukan rekonsiliasi nasional untuk seluruh pemuda di Indonesia.

"Kami sudah diskusikan ini, selama perjalanan kami juga telah menemukan ide yang menarik untuk mempererat persatuan bangsa," ucapnya.

Tak hanya itu, KNPI juga mengimbau kepada KPU agar menjaga netralitas selama gelaran Pemilu 2019.

Kata Haris, KPU harus bisa menjaga suara rakyat dan tidak mengkhianati hasil yang dipilih oleh rakyat.

"Kami mendukung penuh presiden pilihan rakyat. Kami hanya tak ingin adanya perpecahan akibat pemilu ini. Saya berharap, setelah pemilu ini selesai, kita jangan sampai terpecah hanya gara-gara beda pilihan. Kami harus bersatu, demi persatuan Indonesia," tandasnya. (Rifky Edgar)

Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved