Berita Lumajang

Kapolres Lumajang Imbau Masyarakat Manfaatkan Grup Medsos untuk Lakukan Hal ini

Kapolres Lumajang AKBP M Arsal Sahban mengimbau masyarakat memanfaatkan grup media sosial Facebook untuk berinteraksi dengan Polres Lumajang.

Kapolres Lumajang Imbau Masyarakat Manfaatkan Grup Medsos untuk Lakukan Hal ini
foto: istimewa
M Saehuri (40) warga Desa Kunir Kidul Kecamatan Kunir, Kabupaten Lumajang ditangkap polisi disangka pengedar sabu. 

SURYA.co.id | LUMAJANG - Kapolres Lumajang AKBP M Arsal Sahban mengimbau masyarakat memanfaatkan grup media sosial Facebook untuk berinteraksi dengan Polres Lumajang.

Dia berharap dengan grup medsos ini masyarakat dapat melapor jika terjadi trasaksi narkoba di wilayah Lumajang. Sebab Kapolres tidak ingin Lumjang menjadi ladang transaksi narkoba.

Untuk memberantas peredaran narkoba tersebut, Satuan Reskoba Polres Lumajang kembali menangkap seorang pengedar narkoba, Minggu (28/4/2019).

Penangkapan terhadap pengedar narkoba ini merupakan tindak la jut dari penggerebekan tiga orang yang berpesta narkoba pada beberap hari sebelumnya.

Pengedar narkoba yang ditangkap itu adalah M Saehuri (40) warga Desa Kunir Kidul Kecamatan Kunir, Kabupaten Lumajang. Saehuri ditangkap mengedarkan narkoba jenis sabu-sabu.

Saehuri diduga menjual sabu-sabu kepada Nurhasan (31), warga Kecamatan Kunir. Nurhasan sudah menjadi tersangka dalam penyalahgunaan narkoba.

Polisi menyita sabu-sabu seberat 0,48 gram dari rumah Saehuri.

"Penangkapan tersangka Saehuri merupakan pengembangan dari pengungkapan tiga pelaku yang pesta sabu. Seperti yang saya sampaikan sebelumnya, saya akan kejar pengedar diatasnya dan jaringannya. Saya tidak mau Lumajang menjadi basis penjualan Narkoba. Saya perintahkan kasat Narkoba untuk menyikat habis narkoba di Lumajang " terang Kapolres Lumajang AKBP M Arsal Sahban, Minggu (28/4/2019).

Selanjutnya Arsal mengimbau masyarakat Lumajang yang mengetahui informasi peredaran narkoba di lingkungan sekitarnya untuk memberitahu polisi.

“Saya imbau kepada masyarakat untuk memberikan informasi kepada kami, apabila mengetahui adanya transaksi narkoba di wilayahnya. Jangan biarkan wilayah anda menjadi basis peredaran narkoba, karena cepat atau lambat pasti akan berdampak kepada kawan anda, atau saudara anda, atau mungkin anak atau cucu anda terdampak narkoba. Sebelum itu semua terjadi, laporkan kepada kami, biar kami yang bekerja untuk menangkap pelakunya," tegas Arsal.

Dia berjanji akan merahasiakan identitas pelapor.

"Saya sudah membuat facebook group sahabat kapolres Lumajang, sebagai media interaksi langsung antara masyarakat dan Kapolres. saya tunggu partisipasi anda untuk melaporkan," tegas Arsal.

Seluruh barang bukti yang disita dalam penangkapan Saehuri adalah sabu-sabu, ponsel, juga uang tunai hasil penjualan sebesar Rp 100.000.

Saehuri melanggar Pasal 114 Ayat 1 subsider 112 Ayat 1 UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 10 tahun masa kurungan.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved