Berita Surabaya

Pendidikan Tata Busana Unesa Gelar Cipta Karya, Suguhkan Konsep Futuristik Bertema Singularity

Mengambil tema besar 'Singularity', mahasiswa semester 8 S1 Pendidikan Tata Busana Unesa menggelar TA berupa peragaan busana dengan konsep futuristik

Pendidikan Tata Busana Unesa Gelar Cipta Karya, Suguhkan Konsep Futuristik Bertema Singularity
SURYA.co.id/Habibur Rohman
KHAS KEDAERAHAN - Berbagai Busana bertema "Singularity" oleh Mahasiswa Pendidikan Tata Busana Unesa saat ditampilkan di The Square Ballroom ICBC Surabaya, Sabtu (27/4/2019). Selain warna warni tekhnologi digital, beberapa busana menampilkan corak dan warna yang terinspirasi dari jajan pasar. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Mengambil tema besar 'Singularity', mahasiswa semester 8 S1 Pendidikan Tata Busana Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menggelar Tugas Akhir (TA) berupa peragaan busana dengan konsep futuristik.

Bertempat di The Square Ballroom ICBC Center Surabaya, sebanyak 50 mahasiswa yang dibagi menjadi empat kelompok menampilkan 141 koleksi dari empat tema yang dihadirkan, yakni Neo Medieval, Svarga, Cortex dan Exuberant.

"Ini merupakan sekumpulan mata kuliah yang dijadikan TA anak semester 8. Harapan saya ingin anak-anak dengan adanya peragaan busana ini, karya yang sekarang bisa dilihat masyarakat luas dan mereka bisa menjadi desainer profesional selepas kuliah," jelas Maniati, dosen pembina mata kuliah Cipta Karya Busana Unesa, Sabtu (27/4/2019).

Satu di antara tim adalah Theresia Stephanie (21), Fadhila Suryantikasari (20), dan Hanny Dio Cynthianez (21) yang mengusung tema Cortex.

Mereka menggunakan warna-warna lembut seperti merah muda dan biru muda untuk busana ready-to-wear, yang cocok dikenakan perempuan maupun laki-laki.

Soal pemilihan warna, Theresia mengatakan mengacu pada fashion forecasting dari Indonesian Trend Forecasting 2019/2020, yakni warna-warna dingin dan pastel, yang bukan warna primer.

Potongan-potongan asimetris juga banyak dimainkan oleh ketiga mahasiswi ini, mendominasi karya busana mereka.

Motif yang digunakan tampak berulang seperti bentuk garis melengkung maupun oval.

Sedangkan menurut Hanny, motif ini untuk mengembangkan konsep futuristik yang menggambarkan kecerdasan buatan.

"Kami juga terinspirasi dari penampang otak kanan, itu yang biasanya dipakai manusia meriset desain, eksplor bentuk-bentuk. Biasanya bentuknya fraktal berulang," tuturnya.

Halaman
12
Penulis: Delya Octovie
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved