Berita Malang

Jawaban untuk Revolusi Industri adalah Siap Bekerja Sama

perubahan pada dunia pendidikan dalam Seminar Nasional Pembelajaran Bahasa dan Sastra yang diadakan Jurusan Sastra Jerman, Universitas Negeri Malang,

Jawaban untuk Revolusi Industri adalah Siap Bekerja Sama
SURYA.co.id/Endah Imawati
Menghadapi Tantangan - Setya Yuwana Sudikan menyampaikan tentang perubahan pada dunia pendidikan dalam Seminar Nasional Pembelajaran Bahasa dan Sastra yang diadakan Jurusan Sastra Jerman, Universitas Negeri Malang, Sabtu (27/4/2019). 

SURYA.co.id | Malang - Ada banyak pekerjaan baru yang harus siap dihadapi ketika banyak sisi menggunakan digital. Salah satu yang harus berubah adalah dalam bidang pendidikan.

Dalam Seminar Nasional Pembelajaran Bahasa dan Sastra yang diadakan Jurusan Sastra Jerman, Universitas Negeri Malang (UM), muncul banyak gagasan menarik, Sabtu (27/4/2019). Acara yang diadakan di Ruang AVA Fakultas Sastra UM itu menghadirkan Setya Yuwana Sudikan (Guru Besar Universitas Negeri Surabaya), Patrisius Istianto Djiwandono (Guru Besar Universitas Machung), dan Rosyidah (dosen Jurusan Sastra Jerman UM).

Setya Yuwana menyebutkan, ada pergeseran dalam dunia pendidikan. Pembelajaran saat ini harus menggunakan digital. Paradigma belajar sekarang adalah bagaimana belajar berpikir, berbuat, bekerja sama, dan belajar menjadi diri sendiri. 

"Jika dulu berpusat pada guru, sekarang pada siswa," kata Setya.

Itu sebabnya, model pendidikan di Indonesia seharusnya mengacu pada kapabilitas, bukan lagi hanya kompetensi.

Setya mengingatkan, untuk menghadapi perubahan-perubahan itu, harus berdasar pada jiwa Pancasila. Cara mengenalkannya pada siswa tidak selalu dengan menghafalkan, tetapi bisa melalui sastra seperti puisi-puisi yang sesuai. Itu akan menghaluskan budi.

Sikap itu juga yang diangkat Patrisius. Ia menyatakan, keterampilan komunikasi, berpikir kritis, bekerja sama, berpikir kreatif, dan sikap terbuka serta mau senantiasa belajar hal baru merupakan tanggapan yang dipandang sesuai untuk ikut berperan serta dalam gerakan Indonesia 4.0.

Dewi Kartika, ketua pelaksana seminar mengatakan, tujuan seminar bertema Making Indonesia 4.0 itu adalah sebagai pengembangan dan wawasan keilmuan sesuai dengan tuntutan zaman.

"Sudah saatnya dosen dan mahasiswa menjawab tantangan itu," kata Dewi.

Itu termasuk dalam bidang penerjemahan. Perubahan juga harus dilakukan. Menurut Rosyidah, Revolusi Industri 4.0 melahirkan konsep penerjemahan 4.0 yang bercirikan penggunaan teknologi otomatisasi dan digitalisasi serta sumber yang smart.

Dengan menyiapkan diri, perubahan apapun bisa dijalani asal sudah menyiapkan diri dan memahami perubahan itu.

Penulis: Endah Imawati
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved