Berita Surabaya

Tekan Kematian Ibu Hamil, Bidan Diminta Tingkatkan Kerjasama dengan Berbagai Pihak

Ia juga meminta bidan di era milenial harus jemput bola mendatangi pasien, bukan hanya menunggu pasien.

Tekan Kematian Ibu Hamil, Bidan Diminta Tingkatkan Kerjasama dengan Berbagai Pihak
ist
Ilustrasi ibu hamil 

SURYA.co.id | SURABAYA - Tren kematian ibu hamil di Jatim tiap tahun masih di kisaran angka 500 orang.

Bahkan berdasarkan data Dinas Kesehatan Jatim, mulai Januari hingga Maret 2019 jumlah kematian ibu mencapai 134 orang.

"Paling banyak penyebab kematian ibu karena preeklampsia dan pendarahan. Selain itu banyak yang meninggal dalam masa nifas. Data ini tak hanya dari bidan, tapi juga rumah sakit. Artinya perlu kerjasama dalam penanganannya," urai Kepala Dinkes Jatim, dr Kohar Hari Santoso dalam Musyawarah Daerah Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Jawa Timur di Hotel Novotel, Jumat (26/4/2019).

Ia juga meminta bidan di era milenial harus jemput bola mendatangi pasien, bukan hanya menunggu pasien.

Bidan juga harus bersinergi dengan perawat supaya masyarakat sehat dan sejahtera.

"Buku KIA dan item terkait bidan bekerja diharapkan bisa terintegrasi dengan sistem kemenkes. Sehingga bisa disinkronkan dengan berbagai pelayanan kesehatan yang ada," harapnya.

Ketua IBI Jatim, Netti Herlina mengungkapkan, di Jatim anggota IBI lebih dari 30.000 ribu bidan, beberapa di antaranya merupakan bidan delima dan bidan yang praktek.

"Makanya melalui musda ini kami ingin menambah ilmu kami terkait kebijakan terbaru terkait bidan ini,"urainya.

Selain itu, bidan kerap menjadi layanan kesehatan yang pertama didatangi masyarakat.

Sehingga setiap bidan harus memiliki standar yang sesuai dengan IBI untuk menjaga kualitasnya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved