Wali Kota Risma Melayat ke Rumah Duka Petugas KPPS yang Meninggal Dunia. Ini yang Dia Berikan

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini melayat ke rumah duka petugas dan ketua KPPS yang meninggal dunia saat menjalankan tugas sebagai penyelenggara

Wali Kota Risma Melayat ke Rumah Duka Petugas KPPS yang Meninggal Dunia. Ini yang Dia Berikan
surabaya.tribunnews.com/pipit maulidiya
Wali Kota Risma saat melayat ke rumah almarhum Sunaryo bertemu anak dan istri almarhum 

SURYA.co.id | SURABAYA - Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini melayat ke dua rumah duka petugas dan ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) sekaligus, sore ini Kamis (25/4/2019).

Kunjungan pertama di kediaman Tomi, anggota KPPS TPS 019, Kelurahan Pacar Keling yang rumah dukanya berada di Jalan Karanggayam Teratai No 24.

Kedua, dia melayat ke rumah almarhum Sunaryo, ketua KPPS TPS 13 Kapas Madya Baru, yang rumah dukanya ada di Jl Kapas Madya Barat 9/38.

Almarhum Tomi meninggalkan istri dan anaknya yang masih SMP, sementara almarhum Sunaryo meninggalkan istri dan seorang putra yang kini masih berkuliah di UIN Sunan Ampel Surabaya, jurusan Ekonomi Syariah.

Saat melayat ke rumah duka, Wali Kota Surabaya menyampaikan permintaan maaf.

"Kami minta maaf ya bu," kata Risma berulang kepada istri dan keluarga almarhum.

Sebelum meninggalkan rumah duka, Wali Kota Risma memberikan amplop putih kepada keluarga. Risma mengatakan setelah kejadian ini Pemkot Surabaya akan lebih mengontrol seluruh petugas KPPS dan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).

"Sekarang petugas Kita berputar untuk kontrol seluruh petugas Kpps dan PPK. Sudah ada makanan, tapi memang berat itu (tugas KPPE dan PPK), buka gambar itu kan kayak senam. Jumlahnya lima kertas suara kemudian lebarnya seperti itu kali 200 lembar surat suara. Sekarang kita lagi turun berputar kita kontrol, petugas KPPS dan PPK kecamatan untuk kita cek semua kesehatannya," jelas Risma pasca mengunjungi rumah duka Tomi.

Wali Kota Risma juga mengaku sudah berkomunikasi denhan KPU terkait prosedur penjagaan perhitungan ulang di TPS.

"Tadi saya sudah komunikasi Kepala Bakesbang, saya minta komunikasi dengan KPU apa bisa digantikan. Seperti ketua KPPS itu kan harus baca surat suara saat di kecamatan, nah kalau dia capek apa bisa digantikan? Bisa ternyata. Ya nanti kita pantau, bapak ini (Tomi) kan gak sakit, tidak masuk rumah sakit tapi tiba-tiba harus ada kejadian seperti ini," lanjut Risma.

Saat ditanya soal langkah Pemkot Surabaya memberikan bantuan kepada keluarga korban, Wali Kota Risma menegaskan jika sebenarnya Pemilu 2019 bukanlah acara Pemkot Surabaya. Namun pihak pemkot akan tetap memberikan perhatian.

"Ini bukan gawenya Pemkot, tapi akan kita lihat kondisinya seperti apa. Kalau tadi kita selesaikan misalnya seperti masalah sekolah, sekali lagi ini bukan gawe pemkot Surabaya," tambahnya.

Wali Kota Risma juga menghimbau kepada seluruh petugas yang bekerja mengamankan surat suara Pemilu 2019, untuk lebih menjaga kesehatan.

Jika kondisi mulai drop, sebaiknya segera istirahat dan pergi melakukan pemeriksaan ke rumah sakit.

"Saya ingin sampaikan kalau kondisinya tidak sehat pergi ke rumah sakit, kita sudah siap semua. Kalau tidak kuat jangan dipaksakan. Tadi saya sudah konsultasi di KPU itu boleh kalau petugas KPPS itu izin, misalnya petugas KPPS ada lima ganti satunya, jangan dipaksakan. Kami akan prepare lebih bagus lagi, terus terang saya juga tidak bayangkan (hingga ada korban meninggal dunia)," tutup Risma. 

Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved