VIDEO Kronologi 19 Bocah di Garut Lakukan Hubungan Intim Menyimpang Gara-gara Nonton Film Dewasa

Detik-detik 19 bocah di bawah umur lakukan hubungan intim yang menyimpang terjadi di Kelurahan Margawati, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jabar

SURYA.co.id - Inilah kronologi dan detik-detik 19 bocah di bawah umur lakukan hubungan intim yang menyimpang terjadi di Kelurahan Margawati, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Dilansir dari video kronologi yang diunggah Tribun Video (grup Surya.co.id), pihak kepolisian telah melakukan penyelidikan setelah mendapat laporan mengenai 19 bocah di bawah umur melakukan hubungan intim yang menyimpang itu.

Kasatreskrim Polres Garut, AKP Maradona Armin Mappaseng mendapat laporan dari salah satu orangtua korban dan tengah melakukan penyelidikan.

Disebutkan bahwa tindakan menyimpang 19 anak tersebut saling berkaitan satu sama lain.

"Setelah jadi korban, lalu ada yang jadi pelaku juga. Jadi seperti menular," ucapnya.

Viral Video Pasien Berhubungan Intim dengan Wanita di IGD Rumah Sakit Gianyar, Tersebar di WA

Heboh 19 Bocah di Garut Lakukan Hubungan Intim Menyimpang, ini Risiko Berhubungan Sesama Jenis

Jawaban Sule Ditanya Kasus Erin Istri Andre Taulany Cukup Singkat, Katanya Belum Bener Jadi Orang

Reaksi Hotman Paris setelah Audrey Beberkan Cara Pelaku Mencolok Kemaluannya

UPDATE TERKINI REAL COUNT KPU Jumat (26/4/2019), Apakah Perolehan Suara Prabowo Bisa Kejar Jokowi?

Para korban dan pelaku melakukan hubungan intim yang menyimpang tersebut di rumah, toilet, dan lapangan sepak bola.

Saat ini kasus tersebut tengah dalam penanganan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Garut.

"Soal link situsnya tahu dari mana kami juga belum tahu. Dari satu anak terus menyebar ke anak lain. Bukan hanya jadi korban, tapi juga turut jadi pelaku," ucapnya.

Dilansir dari TribunJabar (grup Surya.co.id), ketua RW setempat yang berinisial SH (35) menuturkan bahwa kasus tersebut terungkap setelah salah satu korban yang juga bertindak sebagai pelaku mengakui perbuatannya kepada orangtuanya.

"Saya tahu dari laporan orang tua anak-anak itu serta pengakuan korban dan pelaku juga," kata SH.

19 bocah tersebut berumur mulai dari 8 hingga 13 tahun.

"Totalnya ada 19 anak yang melakukan perbuatan itu (hubungan intim yang menyimpang). Semuanya teman bermain di satu wilayah," ujar SH (35), ketua RW setempat saat dihubungi, Kamis (25/4/2019).

SH menerangkan bahwa tindakan belasan bocah di bawah umur tersebut karena terpengaruh film dewasa.

"Terakhir habis main bola, mereka nonton video dewasa di handphone salah satu pemuda," ucapnya.

Viral Video Polisi Momong Anaknya Saat Jaga Kotak Suara Pemilu 2019, Pengakuannya Mengharukan

Sosok Pemilik Akun Facebook yang Hina 2 Anggota TNI yang Kena Tembak KKB Papua, Pakai Seragam PNS

Inilah Isi Percakapan Whatsapp (WA) Vanessa Angel dengan Mucikari, Sempat Minta Naikkan Harga

Reaksi Blak-blakan Sule Tanggapi Kasus Istri Andre Taulany di Depan Umum, Ucap 3 Kalimat Lalu Pergi!

Berikut video kronologinya:

Menikahi Wanita Asal Indonesia Bikin Jatuh Miskin, Bule ini Ngaku Menyesal, Isi Curhatnya Memilukan

Fakta Lain Kasus 19 Bocah Berhubungan Intim Menyimpang di Garut, Pelaku Anggap Hanya Permainan Biasa

Tes Kepribadian - Jenis Permata yang Dipakai Ungkap Karakter Seseorang, Ada Mutiara hingga Berlian

Foto Pelaku Bom Srilanka Frustasi karena Gagal Meledak Terekam CCTV, ini yang Terjadi Selanjutnya

Rangkuman fakta-fakta 19 anak-anak di Garut melakukan hubungan intim menyimpang:

1. Pelaku Berusia 8 Tahun Hingga 13 Tahun

Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Garut melakukan penyelidikan terkait belasan anak lelaki di bawah umur yang melakukan pelecehan dan seks menyimpang (sodomi) di Kecamatan Garut Kota.

Kasatreskrim Polres Garut, AKP Maradona Armin Mappaseng mengatakan, penyelidikan dilakukan setelah ada laporan dari salah satu orangtua korban.

Perbuatan tersebut dilakukan oleh teman korban.

"Sementara ada 19 anak yang melakukannya. Semuanya berada di satu kampung," ujar Maradona, Kamis (24/4/2019).

Rentang usia ke 19 anak yang melakukan seks menyimpang ini mulai dari 8 hingga 13 tahun. Selain menjadi korban, ada juga yang menjadi pelaku.

2. Pelaku Seks Menyimpang Sesama Teman

Pelaku perilaku seks menyimpang anak-anak di Garut ternyata memiliki riwayat pernah menjadi korban seks menyimpang atau sodomi.

"Setelah jadi korban, lalu ada yang jadi pelaku juga. Jadi seperti menular," ujar Kasatreskrim Polres Garut, AKP Maradona Armin Mappaseng.

3. Melakukan Seks Menyimpang Setelah Menonton Video Dewasa

Dari keterangan para korban dan pelaku, mereka melakukan aksinya setelah menonton video porno.

Video tersebut dimiliki salah seorang anak berusia 13 tahun di handphone-nya.

Film porno itu, tambahnya, didapat dari sebuah situs.

4. Kegiatan Seks Menyimpang Dilakukan di Toilet

Aktivitas seks menyimpang itu tak hanya dilakukan di rumah.

Namun juga di toilet dan lapangan sepak bola.

"Soal link situsnya tahu dari mana kami juga belum tahu. Dari satu anak terus menyebar ke anak lain. Bukan hanya jadi korban, tapi juga turut jadi pelaku," ucapnya.

UPDATE 3 Video Panas yang Hebohkan Bali, 17 Remaja Diperiksa Polisi, 2 Masih ABG

6. Terbongkar Setelah Korban Melapor

Belasan anak lelaki di bawah umur yang ada di Kecamatan GarutKota, Kabupaten Garut, diduga telah melakukan tindakan seks menyimpang (sodomi).

Anak-anak tersebut terpengaruh setelah menyaksikan film porno.

Kasus asusila ini terbongkar setelah seorang korban yang juga pelaku mengakui perbuatannya kepada orangtuanya.

Dari pengakuan tersebut, orangtua korban dan tokoh masyarakat di Kelurahan Margawati, Kecamatan Garut Kota kemudian melaporkan kejadian ini ke Polres Garut.

"Totalnya ada 19 anak yang melakukan perbuatan itu (seks menyimpang). Semuanya teman bermain di satu wilayah," ujar SH (35), ketua RW setempat saat dihubungi, Kamis (25/4/2019).

Menurutnya, perilaku menyimpang anak-anak tersebut diduga akibat sering menonton video porno di handphone.

"Terakhir habis main bola, mereka nonton video porno di handphone salah satu pemuda," ucapnya.

Seringnya menonton vidio, lanjutnya, membuat anak-anak yang usianya sekitar 12 tahunan ini terinspirasi.

Mereka akhirnya melakukan perbuatan menyimpang itu.

"Saya tahu dari laporan orang tua anak-anak itu serta pengakuan korban dan pelaku juga," katanya.

7. Kasus Sudah Ditangani Polisi

Kasus penyimpangan seks anak-anak di Garut tersebut sudah ditangani aparat kepolisian. Anak-anak tersebut juga sudah mendapat penanganan dari psikolog.

"Sudah ada 19 anak yang terlibat, kalau tidak cepat ditangani korbannya akan banyak. Karena ini menular," ujar SH (35), ketua RW setempat saat dihubungi, Kamis (25/4/2019).

8. Penjelasan psikolog

Perilaku seks menyimpang sodomi tersebut terbongkar setelah ada pengakuan dari orangtua korban.

Lalu mengapa anak-anak bisa kecanduan seks setelah menonton video porno?

Berikut penjelasan menurut para psikolog anak dan remaja.

Diketahui bahwa rentang usia 19 anak yang melakukan seks menyimpang ini mulai dari 8 hingga 13 tahun.

Selain ada yang menjadi korban, ada juga yang menjadi pelaku. Dari keterangan keduanya, mereka melakukan aksinya setelah menonton video porno.

Video porno tersebut dimiliki oleh satu dari 19 anak-anak tersebut yang berusia 13 tahun, yang tersimpn di handphonenya.

Menurut Psikolog Pendidikan dan Perkembangan Anak Universitas Muhammadiyah Bandung, Anggi Anggraeni, perilaku seks menyimpang sodomi pada anak bisa terjadi karena dorongan libidonya aktif.

Pada fase laten di usia 5-6 tahun hingga sampai mulai pubertas, dorongan libido atau libidinal harus tidur.

Dorongan libido atau libidinal merupakan dorongan seks yang nanti akan bangkit di usia remaja.

Sedangkan pada usia tersebut, terjadi perkembangan kognitif dan sosialisasi dengan pesat, di mana anak-anak akan berkembang dan banyak bersosialisasi di lingkungannya.

Ibu di Blitar yang Ngaku Bayinya Hilang saat Dibawa RS Diperiksa Polisi, Pengakuannya Menstruasi

Inilah Isi Percakapan Whatsapp (WA) Vanessa Angel dengan Mucikari, Sempat Minta Naikkan Harga

Jika dorongan libidinal terstimulus lebih awal pada masa itu, hal tersebut akan menjadi masalah dan akan menjadi pengalaman traumatis pada anak.

"Biasanya pelaku seksual merupakan korban pelecehan di masa lalunya, sehingga libidinonya aktif," ujar Anggi Anggraeni saat dihubungi Tribunjabar.id (grup Surya.co.id), melalui ponselnya, Kamis (25/4/2019).

Sedangkan video porno merupakan konten yang dapat mengaktifkan dan mendorong libido aktif.

Dalam otak akan menghasilkan hormon dovamin yang merupakan zat kimia dalam otak yang menyebabkan kecanduan.

Ketika menonton video porno, zat dovamin akan muncul sehingga efek emosionalnya akan menciptakan kepuasan.

Hal tersebut dijelaskan oleh Psikolog Anak dan Remaja, Pamela Anggia Dewi, bahwa video porno dapat memunculkan sati zat kimia dovamin yang menstimulasi munculnya rasa senang yang sampai termanifest ke seluruh badan.

"Dalam kasus pornografi dan pengaruhnya ini, zat dovamin akan membanjiri otak dan akan membuat ketagihan," ujar Pamela Anggia Dewi saat dihubungi Tribunjabar.id, Kamis (25/4/2019).

Menurutnya, berdasarkan beberapa penelitian, terutama penelitian medis, memang pornografi akan memunculkan zat dovamin.

Ketika anak-anak mendapatkan paparan video porno, bisa jadi memicu keingin tahuan mereka sehingga akan mencari tahu.

Mengapa bisa terpapar video porno yang berujung kecanduan ?

Menurut Psikolog Anggi Anggraeni, anak-anak bisa terpapar video porno disebabkan beberapa hal.

Pertama bisa disebabkan karena terpapar dari lingkungan dan teman-temannya. Lingkungan merupakan tempat yang membentuk perilaku anak hingga kedepannya.

Kedua, bisa jadi anak-anak tersebut pernah menonton video porno sebelumnya, dan mengajak teman-temannya.

"Yang lebih kasian anak-anak yang terbawa-bawa, karena biasanya anak-anak diajak dan mengajak, karena bisa jadi mereka merasa video porno itu hal yang menyenangkan," ujar Anggi Anggraeni.

Psikolog Pamela Anggia Dewi juga menjelaskan bahwa ketika anak-anak sudah kecanduan, mereka akan mencari terus.

Mereka yang kecanduan akan mengalami disosiasi antara perasaan senang dan konsekuensi yang dilupakan.

"Jadi mereka yang mengalami disosiasi tidak bisa melihat dengan jelas dan objektif antara perasaan yang senang sesaat dengan konsekuensi kedepannya," ujar Pamela Anggia Dewi.

Ketika rasa zat dovamin memenuhi otak dan menyebabkan kecanduan muncul, mereka tidak akan memikirkan konsekuensi yang akan terjadi, dan hanya memikirkan kesenangan yang sesaat.

Asmara Sesama Jenis Berujung Maut

Kronologi asmara sesama jenis burujung maut dialami oleh Moga Syahputra Siregar (36) warga Desa Padang Hasior Lombang Kecamatan Sihapas Barumun, Kabupaten Padanglawas Utara.

Dilansir dari Tribun Medan, pembunuhan terhadap Moga Syahputra Siregar ini terbongkar saat abangnya, Saprin Efendi Siregar melaporkan ke polisi soal menghilangnya Moga.

Saprin sempat melakukan pencarian terhadap sang adik, namun usahanya tidak membuahkan hasil, hingga dia pun memutuskan membuat laporan ke Polres Tapsel pada 31 Maret 2019 lalu.

Saprin melapor ke Polres Tapsel kalau adiknya sudah tiga hari tidak pulang ke rumah dan saat dia mendatangi salon yang dikelola Moga, tidak menemukan keberadaan Moga.

Saat membuat laporan Saprin pun menjelaskanbahwa sang adik terakhir pergi bersama seorang temannya berdasarkan keterangan yang diperolehnya dari seorang warga bernama Dedi Pasaribu.

Dedi mengakukepada Saprin bahwa dia melihat Moga berbocengan dengan temannya bernama Patut Pohan (31) menuju daerah Pekan Padang Hasior

Usai mendengar keterangan dari Dedi, Saprin pun kembali mendatangi salon milik Moga dan masuk ke dalam salon melalui jendela, dan melihat peralatan salon milik sang adik sudah raib.

"Barang milik korban hilang berupa 1 buah mesin pangkas, 1 buah hair dryer (pengering rambut), 1 unit digital para bola dan 1 unit TV LED 32 Inc," ujar AKP Alexander Kasat Reskrim Polres Tapanuli Selatan, dikutip dari Tribratanews.com

Usai menerima laporan dari pelapor, kata AKP Alexander, mereka pun melakukan serangkain penyelidikan dan mendapati informasi bahwa Moga juga terlihat bersama Sahukum Hasibuan.

Polisi pun melakukan pencarian terhadap Sahukum Hasibuan dan Patut Pohan, namun yang baru berhasil ditangkap hanya Sahukum Hasibuan.

“Setelah melakukan pengejaran secara marathon kita berhasil mengamankan tersangka SH di daerah Rantau Prapat, pada Selasa tanggal 10 April 2019 lalu,” ungkap AKP Alexander.

Saruhum Hasibuan ditangkap polisi setelah membunuh pengusaha salon, Moga
Saruhum Hasibuan ditangkap polisi setelah membunuh pengusaha salon, Moga (HO)

Hasil dari interogasi petugas Polsek Barumun Tengah dan Polres Tapanuli Selatan, Sahukum Hasibuan mengakui dan menceritakan soal pembunuhan yang mereka lakukan kepada Moga Syahputra Siregar.

Dalam interogasi tersebut Sahukum Hasibuan mengakui telah membunuh Moga Syahputera Siregar dengan cara menikam tersangka berkali-kali di bagian dada pada 26 Maret 2019 sekira pukul 22.00 wib.

Setelah korban meninggal, para pelaku membuang jasad korban ke semak yang ada di wilayah Desa Lubuk Gonting Kecamatan Sihapapas Barumun Kabupaten Padang Lawas.

Kemudian para pelaku mengambil barang barang milik korban

Dari pelaku Sahukum diperoleh barang milik korban berupa 1 unit sepeda motor merek honda Vario warna hitam, 1 unit HP merek samsung layar sentuh casing warna hitam dan 1 buah dompet kain warna hitam.

Usai menginterogasi Sahukum, polisi pun bergerak ke lokasi dimana mayat Moga dibuang.

Setelah melakukan penyisiran beberapa jam, mayat Moga pun ditemukan dalam keadaan hanya tulang belulang.

Polisi melakukan olah TKP di tempat penemuan mayat Moga Syahputera
Polisi melakukan olah TKP di tempat penemuan mayat Moga Syahputera (HO)

Motif Pelaku

Saruhum Hasibuan juga menceritakan motif kenapa dia dan Patut Pohan tega membunuh Moga.

Saruhum menuturkan bahwa pembunuhan berawal dari kisah cinta asmara sejenis antara Moga Syahputra Siregar yang diketahui berprofesi sebagai pengusaha salon dengan Patut Pohan.

“Orang ini kan pacaran bang, sudah setahun lebihlah,” ujar tersangka Saruhum Hasibuan memulai ceritanya. Menurut pengakuan Saruhum dia dan Patut Pohan adalah teman lama.

Menurut Tersangka Saruhum Hasibuan, selama ini hubungan korban dengan pelaku Patut Pohan, baik baik saja sebagaimana layaknya orang pacaran.

“Mereka udah seperti keluarga lah bang, kadang mereka pergi main main bersama ke luar padang lawas,” lanjut tersangka Saruhum Hasibuan.

Namun belakangan, hubungan kedua sejoli ini mulai terusik.

"Sebulan lalu, si Patut mendengar kabar dari kawan si Moga, katanya moga pacaran dengan orang lain,” ujar tersangka Saruhum Hasibuan.

Hal ini terlihat dari gaya korban Moga saat menghadapi tersangka Patut Pohan, yang sudah mulai acuh acuh. Bahkan mereka sering bertengkar.

“Si PP kan bertanya sama si moga, tentang hubungan si moga dengan laki laki lain itu. Tappi si Moga malah marah marah sama si Patut Pohan hingga si Patut Pohan sakit hati,” ujar SH.

Korban Moga pun mulai menghindar dari tersangka Patut Pohan. Hal inilah yang membuat tersangka Patut Pohan makin marah dipicu api cemburu.

“Si Patut yang ajak aku bang untuk menghabisi si Moga, katanya si Moga sudah pindah hati ke laki laki lain,” ujar tersangka di balik Ruang Tahanan Polres Tapanuli Selatan.

Diduga tak tahan melihat kekasihnya berpaling ke laki laki lain, tersangka Pohan pun kemudian merencanakan pembunuhan terhadap korban Moga.

Patut Pohan pun kemudian mengajak Sahukum Hasibuan untuk membantu.

Akhirnya, tanggal 26 Maret 2019, kedua pelaku menghabisi nyawa korban di hutan hutan Desa Lubuk Gonting Kecamatan Sihapas Barumun Kabupaten Padang Lawas.

Menurut tersangka Saruhum Hasibuan, tersangka Patut menikam dada korban berkali kali dengan sebilah pisau yang sudah dipersiapkan sebelumnya.

Kini, tersangka Saruhum Hasibuan hanya bisa menyesali perbuatannya ikut menghabisi nyawa korban Moga. 

Sementara tersangka Patut saat ini masih diburu petugas karena berhasil kabur usai melakukan pembunuhan

Pria Bunuh Kekasih Sesama Jenisnya di Bintan

Sebelumnya, tragedi pembunuhan kekasih sesama jenis juga pernah terjadi di Kampung Kolong Enam, Kelurahan Kijang Kota, Bintan

Jul (24) ditetapkan sebagai pembunuh KR (21), yang diketahui sebagai teman spesial sesama jenisnya yakni KR (21).

KR (21) ditemukan tewas dengan posisi tergantung di Kampung Kolong Enam, Kelurahan Kijang Kota, Bintan, Kamis (18/10/2018).

Dilansir dari Tribun Batam, polisi memastikan bahwa KR, yang merupakan karyawan supermarket, adalah korban pembunuhan.

Hasil penyelidikan dan olah kejadian perkara, polisi menetapkan pembunuh KR adalah Jul (24).

Kecurigaan polisi didasari karena sebelum tewas, keduanya masih berada dalam satu rumah.

Selain itu dari olah TKP, prarekonstruksi terhadap TKP, dan hasil autopsi forensik Polda Kepri, tidak ada tanda-tanda KR bunuh diri dengan cara gantung diri.

Kapolsek Bintan Timur AKP Muchlis Nadjar, melalui Kanit Reskrim Polsek Bintan Timur Ipda Moh Fajri, mengatakan, Jul dijadikan tersangka berdasarkan bukti-bukti dan serangkaian penyelidikan hingga hasil otopsi dokter forensik Polda Kepri.

"Iya kita sudah menetapkan satu tersangka, dia adalah Jul," kata Moh Fajri.

Sebelumnya Jul berstatus sebagai saksi kunci atau saksi utama atas kematian KR.

Keterangan KR tewas tertelungkup dan leher terlilit tali sejak awal datang dari Jul.

"Jadi kami nyatakan ini bukan bunuh diri akan tetapi korban pembunuhan. Tersangka Jul menjerat leher korban dengan tali tambang yang diambil dari sumur belakang rumah. Leher korban dijerat di dalam rumah,"kata Kanit Reksrim Polsek Bintim.

Jul merupakan teman spesial KR yang selama ini diketahui tinggal bersama.

Selain itu polisi juga memiliki bukti percakapan mesra Jul dan KR di ponsel tersangka.

"Tersangka (Jul) dan korban (KR) dapat kita simpulkan adalah pasangan homo seksual atau LGBT," kata Fajri.

Selain percakapan di ponsel Jul, polisi menemukan banyak sekali foto-foto mesra keduanya. 

Bahkan ada percakapan yang menunjukan kalau keduanya sudah beberapa kali melakukan hubungan badan. 

Berikut video kronologinya:

Viral Video ABG Bali Berhubungan Intim dalam Mobil Tersebar di WhatsApp, Polisi Turun Tangan

Fakta Baru Instagram Erin Istri Andre Taulany Diretas Menurut Roy Suryo, Ungkap Cara Membuktikannya

Fakta Ibu di Blitar yang Ngaku Bayinya Hilang saat Dibawa RS, Ditemukan di Kolong & Mulut Disumpal

Safari Cinta Mayangsari Sebelum Berlabuh pada Bambang Trihatmodjo, Sempat Tunangan dengan Sosok ini

Naomi Zaskia dan Sule Makin Lengket, Duduk Bersama hingga Cium Pipi saat Berlibur di Jungleland

Penulis: Putra Dewangga Candra Seta
Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved