Gus Ipin Minta Dana Bantuan Pusat untuk Atasi Stunting Tak Banyak Dipakai Untuk Bayar SDM

Plt Bupati Trenggalek, Gus Ipin meminta, dana yang tersedia untuk penanganan stunting tak terlalu banyak dipakai untuk membiayai SDM.

Gus Ipin Minta Dana Bantuan Pusat untuk Atasi Stunting Tak Banyak Dipakai Untuk Bayar SDM
surabaya.tribunnews.com/aflahul abidin
Berbagai pihak berfoto bersama dalam acara Rembuk Stunting: Percepatan Pencegahan dan Penanganan Stunting di Hotel Jaas Permai, Kabupaten Trenggalek, Kamis (25/4/2019). 

SURYA.co.id | TRENGGALEK - Penanganan stunting menjadi salah satu fokus Pemerintah Kabupaten Trenggalek dalam dua tahun depan.

Plt Bupati Trenggalek, M Nur Arifin meminta, dana yang tersedia untuk penanganan stunting tak terlalu banyak dipakai untuk hal-hal yang bersifat administratif dan membiayai Sumber Daya Manusia (SDM).

“Di dinas, kalau merencanakan, jangan habis untuk honor SDM. Sudahlah, sambil sedikit-sedikit diniati amal,” kata dia, Kamis (25/4/2019).

Kabupaten Trenggalek, kata pria yang akrab disapa Gus Ipin itu, mendapat dana alokasi khusus penugasan dari Kementerian Kesehatan untuk menangani stunting.

Selain itu, ia juga meminta dana-dana tanggung jawab perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) digerakkan untuk mendorong pengentasan Trenggalek dari kasus stunting.

“Ini selaras dengan pesan saya di Musrembang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan) Perempuan beberapa waktu lalu. Saya minta waktu itu, CSR yang memimpin rapat para ibu-ibu PKK. Saya ingin fokuskan untuk kegiatan ibu, anak, disabilitas, dan kelompok rentan. Termasuk kalau ngomong soal ibuk dan anak, erat kaitannya dengan stunting,” imbuhnya.

Angka Stunting di 28 Desa di Trenggalek Masih Tinggi

Dinkes Jatim Apresiasi Keseriusan Kabupaten Trenggalek untuk Menurunkan Angka Stunting

Ia juga meminta kegiatan-kegiatan penanggulangan stunting dilakukan di desa-desa. Hal itu untuk memudahkan masyarakat memperoleh informasi yang cepat dan tepat.

Angka presentase stunting yang didapat dari hasil penimbangan melalui Posyandu dan bidan pada 2018 menunjukkan angka stunting di Kabupaten Trenggalek mencapai 14,8 persen. Sementara data Riset Kesehatan Dasar (Riskesda) menunjukkan angka yang jauh lebih besar, yakni 38,7 persen.

Gus Ipin meminta, pihak-pihak yang terkait dalam pendataan angka stunting untuk mencari tahu nilai yang sesuai dengan kondisi di lapangan.

“Ini lebih dari politik. Bukan mau gagah-gagahan angka (stunting) turun. Intinya jangan memanipulasi data,” ujarnya.

Jika data yang didapat dari hasil penimbangan Posyandu dan bidan benar adanya, ia berharap akan ada penurunan presentase stunting menjadi satu digit pada 2020.

Caranya, antara lain, dengan penyelarasan program pemerintah pusat, daerah, dan desa. 

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved