Cemburu Jadi Motif Pembunuhan Pensiunan PNS di Jember. Berikut Pengakuan Tersangka

Cemburu dan marah diduga menjadi motif pembunuhan pensiunan PNS di Jember, Dadak Priyanto (58). Berikut pengakuan tersangka

Cemburu Jadi Motif Pembunuhan Pensiunan PNS di Jember. Berikut Pengakuan Tersangka
surabaya.tribunnews.com/sri wahyunik
Tersangka pembunuhan pensiunan PNS di Jember saat ditunjukkan oleh polisi kepada pers. 

SURYA.co.id | JEMBER - Cemburu dan marah diduga menjadi motif pembunuhan pensiunan PNS di Jember, Dadak Priyanto (58).

Bambang Cahyono (59), warga Desa Kemuning Lor, Kecamatan Arjasa, tersangka pelaku pembunuhan tersebut, diduga membunuh Dadak Priyanto karena cemburu

Hal ini diungkapkan oleh Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo dalam rilis pengungkapan kasus pembunuhan itu di Mapolsek Patrang, Kamis (25/4/2019).

"Pelaku (Bambang) menuduh korban (Dadak) menjalin hubungan dengan istrinya. Dia cemburu dan marah. Pelaku melakukan itu karena mendapati istrinya jarang pulang ke rumah. Tadi pagi, Bambang ini ke rumah korban untuk menanyakan keberadaan istrinya. Terjadi cekcok," ujar Kusworo.

Pembunuh Pensiunan PNS di Jember Kerap Menginap di Rumah Korban. Apa Motifnya?

BREAKING NEWS, TERUNGKAP Pria di Jember Tewas Diihabisi Temannya Sendiri

Setelah cekcok sekitar pukul 05.30 Wib itu, Bambang sempat keluar dari rumah Dadak. Dia pun mengambil sebilah pisau di mobil pick-up milik Dadak.

Setelah mengambil pisau itulah, dia kembali masuk ke rumah Dadak dan berkelahi kembali.

Perkelahian itu sempat dilerai oleh istri Dadak, Ny Diah Suparmiati.

Namun perkelahian itu tidak berhenti juga, sampai akhirnya Bambang menusuk Dadak memakai pisau yang diambilnya dari mobil tersebut. Dadak tertusuk di dada, dan pinggang.

Perkelahian itu berakhir. Bambang langsung membuang pisaunya ke belakang rumah Dadak. Dia pun meninggalkan rumah tersebut. Hingga akhirnya peristiwa itu dilaporkan ke Mapolsek Patrang sekitar pukul 05.45 Wib.

Polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara. Polisi menemukan gagang pisau, tetapi mata pisau tidak ditemukan pada awalnya. Dari keterangan sejumlah saksi, identitas penusuk Dadak diketahui. Dia adalah Bambang, orang yang kerap bertamu ke rumah tersebut. Beberapa kali Bambang dan Dadak juga bekerjasama dalam aktivitas jual beli mobil.

Dari keterangan itulah, polisi langsung mengejar Bambang. Sekitar lima jam dari waktu penusukan, Bambang berhasil ditangkap. Dia ditangkap di dekat SPBU Baratan Kecamatan Patrang.

Kepada polisi, Bambang mengaku cemburu kepada Dadak. Dia menuduh Dadak berselingkuh dengan istrinya. "Itu tuduhan dia, kecurigaan si pelaku kepada korban. Tetapi kami belum memeriksa istri pelaku," lanjut Kusworo.

Prasangka Bambang membuatnya gelap mata. Dia pun menusuk temannya sendiri sampai menyebabkan meninggal dunia.

Istri Bambang, Jamilah menegaskan dirinya tidak memiliki hubungan dengan lelaki lain termasuk Dadak. "Masak saya sebejad itu. Dia (Bambang) memang kerap menuduh saya begitu. Bukan kali ini saja menuduh saya selingkuh. Sering saya dituduh selingkuh, dengan banyak laki-laki. Saya tidak punya hubungan dengan laki-laki lain," tegas Jamilah.

Kini Bambang mendekam di sel Mapolsek Patrang. Polisi menjerat Bambang dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, subsider Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan sengaja.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved