DPRD Kota Surabaya

Kiprah Para Perempuan di DPRD Kota Surabaya, Kartini di Dewan harus Berkontribusi

Sejumlah perempuan yang saat ini duduk sebagai anggota DPRD Surabaya itu telah menjadi Kartini-Kartini di era saat ini.

Kiprah Para Perempuan di DPRD Kota Surabaya, Kartini di Dewan harus Berkontribusi
surya.co.id/nuraini faiq
Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya Herlina Harsono Njoto. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sosok Kartini terus menginspirasi para perempuan yang saat ini duduk sebagai anggota legislatif Kota Surabaya. Sejumlah perempuan yang saat ini duduk sebagai Angggota DPRD itu telah menjadi Kartini-Kartini di era saat ini.

Di tengah kodratnya sebagai perempuan, mulai menjadi ibu dari anak-anak mereka dan menjadi istri dari suami mereka, namun para Kartini DPRD Kota Surabaya itu telah menunjukkan kiprah dan eksistensinya sebagai wakil rakyat.

Mereka memberi warna dalam setiap pembuatan keputusan penting. Mereka juga kritis dan peka terhadap setiap persoalan Kota Surabaya. Bahkan mereka juga cukup disegani.

Di antara para anggota Dewan perempuan tersebut ada yang menduduki posisi strategis. Ada yang menjadi pimpinan DPRD Surabaya, yakni Ratih Retnowati (Wakil Ketua DPRD). Kemudian ada yang memimpin Komisi, Herlina Harsono Njoto (Ketua Komisi A).

Ada pula Pertiwi Ayu Krishna (Ketua Fraksi Partai Golkar), Reni Astuti (Wakil Ketua Fraksi PKS). Dan masih banyak lagi dari 50 anggota DPRD, 16 perempuan telah memiliki kiprah penting di lembaga wakil rakyat Kota Surabaya ini.

Saat ini, para perempuan anggota DPRD itu telah menjelma menjadi sosok Kartini masa kini. Era digitalisasi dan keterbukaan ini menuntut para legislator perempuan itu tak boleh kalah sama laki-laki.

Ketua Komisi A Herlina Harsono Njoto menekankan peran perempuan di era milenia saat ini dituntut lebih peka. Apalagi sebagai anggota Dewan. Kartini era kini harus berkontribusi.

"Bagiamana kita mengimplemantasikan nilai-nilai Kartini di era sekarang. Jadilah perempuan yang memberi kontribusi pada lingkungan. Tunjukkan totalitas dan dedikasi sebagai anggota masyarakat," kata Herlina yang seorang magister psikolog, Rabu (24/4).

Saat ini telah berjalan kesetaraan perempuan dan laki-laki di Surabaya. Perempuan bahkan punya peran politik yang sentral di kota ini. Mulai dari Wali Kota Surabaya pertama di Surabaya hingga pimpinan DPRD juga perempuan.

Dari 50 anggota DPRD Surabaya, 30 persen anggotanya adalah perempuan. Sebanyak 16 anggota DPRD Kota Surabaya adalah perempuan.

Halaman
12
Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved