Berita Banyuwangi

Khofifah Minta OPD Tak Abaikan Keluhan Warga di Media Sosial, Jadi Tolok Ukur Suksesnya Layanan

Gubernur Khofifah meminta agar seluruh OPD menggunakan media sosial untuk membuat masyarakat semakin dekat dengan layanan publik dan pemerintah.

Khofifah Minta OPD Tak Abaikan Keluhan Warga di Media Sosial, Jadi Tolok Ukur Suksesnya Layanan
surya.co.id/fatimatuz zahro
Gubernur Khofifah didampingi sejumlah pejabat dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas membuka Pameran Inovasi Pelayanan Publik Jatim 2019 di Taman Blambangan Banyuwangi, Rabu (24/4/2019). 

SURYA.CO.ID |BANYUWANGI - Tren teknologi digital sudah menjadi budaya dan pola hidup masyarakat luas di Jawa Timur. Media sosial, terutama, tak hanya digunakan sebagai alat untuk bersosialisasi dengan kawan memperkaya jejaring.

Namun, media sosial juga kerap dijadikan kanal masyarakat untuk menyalurkan aspirasi, keluh kesah, dan juga memberikan masukan ke penyelenggara negara.

Untuk itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta agar seluruh OPD tak hanya di pemerintah provinsi melainkan juga pemerintah daerah kabupaten kota untuk menggunakan media sosial untuk membuat masyarakat semakin dekat dengan layanan publik dan pemerintah.

"Dalam memberikan layanan keseharian ke masyarakat, enting bagi kita senua untuk memberikan respon dan tanggapan jika ada keluhan dan masukan, jangan lalu saat ada keluhan masuk lewat media sosial lalu dibiarakan saja, besok juga hilang," kata Khofifah dalam Pameran dan Simposium Inovasi Pelayanan Publik Jawa Timur 2019 yang diselenggarakan di Taman Blambangan, Kabupaten Banyuwangi, Rabu (24/4/2019).

Di Jawa Timur ada semangat CETTAR yang dibangun. Yaitu memberikan layanan Cepat, Efektif Efisien, Transparan, Tanggap dan Responsif.

Cepat dan tanggap ini dikatakan Khofifah harus dibngun kesinambungan persepektif untuk bisa menyeluruh sambungkan banyak referensi. Terutama supaya semua bisa terukur.

"Media sosial akan dijadikan hitungan kinerja OPD kita. Jadi ada semua pimpinan daerah mohon kita bisa bangun persepsi dan efektifitas yang sama supaya CETTAR bisa kita lakukan," tandas Khofifah.

Pameran dan Simposium Inovasi Pelayanan Publik Jawa Timur 2019 diikuti  89 instansi yang memaerkan 178 inovasi pelayanan publik.

Para OPD dari seluruh Jawa Timur masing-masing menciptakan inovasi pelayanan publik agar bisa semakin dekat dan mudah bagi masyarakat.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved