Olga Lidya dan Arumi Bachsin Kagumi Kampung Literasi di Sidoarjo

Karena kesukaannya membaca, Olga Lidya langsung terkesan saat mendapat kabar tentang adanya kampung literasi di Sidoarjo.

Olga Lidya dan Arumi Bachsin Kagumi Kampung Literasi di Sidoarjo
surabaya.tribunnews.com/m taufik
Arumi Bachsin (kedua dari kiri) dan Olga Lidya (kedua dari kanan) saat berada di kampung Literasi di Sidoarjo. 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Sejak kecil Olga Lidya sudah suka membaca. Ketika kelas 3 SD, artis papan atas ini telah menghabiskan semua komik. Kemudian mulai suka novel, dan terus membaca berbagai jenis buku sampai sekarang.

Kisah inspiratif itu diceritakan Olga Lidya saat berkunjung ke Kampung Literasi Tapak Kali Bendi di Desa Tebel, Kecamatan Gedangan, Sidoarjo, Selasa (25/4/2019).

Karena kesukaannya membaca itulah, Olga langsung terkesan ketika mendapat kabar tentang adanya kampung literasi ini. Dia pun memutuskan hadir di acara ini.

"Dengan membaca, kita bisa tahu dunia. Nah, adanya budaya literasi, serta fasilitas-fasilitas yang dibangun seperti di Tebel ini, akan sangat bermanfaat," ujar Olga.

Apalagi, Indonesia berada di urutan 60 soal literasi. Artinya minat baca masyarakat masih rendah, jauh dibanding negara-negara lain di dunia.

"Tapi saya yakin di kampung ini minat bacanya luar biasa. Bagaimana tidak, di setiap sudut gang ada micro library," lanjutnya.

Demi UNBK, Pelajar di Jember Harus Menempuh Jarak 46 Kilometer

Tim Urkes Polresta Sidoarjo Lakukan Patroli Kesehatan Untuk Cek Kondisi Petugas Keamanan dan PPK

Pencuri Motor Babak Belur Dihajar Warga Lalu Motornya Juga Dibakar

Kampung Literasi Tapak Kali Bendi di Desa Tebel, Kecamatan Gedangan, Sidoarjo
Kampung Literasi Tapak Kali Bendi di Desa Tebel, Kecamatan Gedangan, Sidoarjo (surabaya.tribunnews.com/m taufik)

Selain Olga, ada Arumi Bachsin yang juga hadir di sana. Namun, istri Wakil Gubernur Jatim tersebut datang sebagai Ketua Pembina PKK Jatim, bukan atas sebagai artis sebeperti Olga.

Sama-sama jadi pembicara dalam talkshow di kampung Literasi, Arumi lebih banyak mengupas tentang peran ibu-ibu PKK dalam menumbuhkembangkan budaya literasi kepada anak-anak dan semua masyarakat.

Dengan menguatkan budaya literasi, disebutnya juga sebagai penangkal ancaman negatif gadget. "Jadi, keberadaan kampung Literasi seperti ini sangatlah penting. Sangat bermanfaat bagi lingkungan," kata Arumi.

Dan menurut dia, suasana seperti di kampung ini merupakan investasi yang tak ternilai. Tidak bisa dibeli dengan uang. Bagaimana masyarakat bisa gugup rukun, bersama-sama membentuk kampung yang luar biasa.

Halaman
12
Penulis: M Taufik
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved