Berita Sumenep Madura

Kerajinan Tangan Sumenep Madura Tembus Eropa: Batok Kelapa dan Tulang Ikan Laris Manis

Sebagian besar aksesoris tersebut dari sampah sabut dan batok kelapa serta sampah ikan laut.

Kerajinan Tangan Sumenep Madura Tembus Eropa: Batok Kelapa dan Tulang Ikan Laris Manis
surya.co.id/moh rivai
Jenis aksesoris garapan perajin milik Farida yang terdiri dari kerang dan tas tangan dari batok kelapa. 

MUNGKIN kita tak pernah mengira bahwa banyak sekali souvenir kerajinan tangan yang banyak bertebaran di kawasan obyek wisata di Pulau Dewata Bali. Berbagai aksesoris indah dan cantik itu ternyata sebagian besar merupakan buah tangan kreatif warga Madura yang tinggal di Pulau Bali, terutama warga asal Kabupaten Sumenep.

Garapan souvenir berbagai bentuk, mulai cincin, gelang, kalung, gantungan kunci, dompet dan sebagainya, tidak saja dipasarkan di berbagai lokasi obyek wisata di Bali, tetapi juga di berbagai tempat wisata di Jawa Timur, seperti di Banyuwangi, Jember, Situbondo, Lamongan, Malang serta di berbagai tempat di kota-kota di luar Jawa Timur.

‘’ Saat ini tidak saja kita terima order dari berbagai kota di Jatim dan Bali, kami juga sudah terima order souvenir untuk luar negerti, seperti Spanyol dan Australia,’ kata Baihaqi (36) pengrajin souvenir warga asal Pulau Raas Sumenep, yang sudah 8 tahun tinggal di Bali.

Menurut Baihaqi, rasanya, turis yang berkunjung di Bali kurang lengkap bilamana ke pulau dewata Bali tidak membeli aksesoris unik hasil karya dirinya serta sebagian warga Madura di Bali. ‘’ Yang aneh juga, wisatawan lokal asal Madura kepincut juga beli aksesoris kita, yang justru karya anak-anak Madura sendiri," katanya berkelakar.

Padahal menurutnya, berbagai akasesoris unik yang sebagian besar terbuat dari kerang, sabut kelapa, batok kelapa, tulang ikan laut, gigi ikan laut, hingga kulit penyu. Semua terdiri dari sampah kelapa dan laut yang telah diproses sekian rupa, hingga menyerupai perhiasan mewah dan unik. Dari semua kerajinan tangan itu tidak semuanya dibuat di Bali tetapi juga di Sumenep. Salah satunya di Desa Batang-Batang Laok, Kecamatan Batang-Batang, Sumenep. 

Ternyata, sebagian besar aksesoris tersebut dari sampah sabut dan batok kelapa serta sampah ikan laut yang dikais oleh para pengrajin handicraft asal Kabupaten Sumenep. Dua daerah di Sumenep yang saat ini terkenal sebagai pemproduksi kerajinan tangan dari sampah kelapa dan ikan laut, yakni di Desa Batang-Batang dan Pulau Raas Sumenep.

Di rumah kreatif Farida Handicraft dan Acsesories, yang terletak di Dusun Tunjang, Desa Batang-Batang Laok, Kecamatan Batang-Batang, Sumenep. Farida sudah sekitar 25 tahun menekuni usaha pembuatan aksesoris atau souvenir itu, namun mungkin baru sekitar 10 tahun mulai dikenal sekeliling desa, kecamatan hingga wilayah Kabupaten Sumenep.

Hasil karyanya tidak saja menjadi sebuah kerajinan tangan biasa, tetapi juga menjadi primadona turis mancanegara di pulau Dewata Bali. Gelang, kalung, tas tangan dan souvenir khas Bali juga laku keras sebagai bahan ekspor ke luar negeri seperti Spanyol dan Brunei Darussalam.

Banyaknya pesanan yang datang dari mancanegara membuat Farida yang dibantu adiknya, Darmawan yang sudah lama tinggal di Bali, memproduksi handicraft kerajinannya cukup banyak. Tidak kurang dari 700 kodi (satu kodi 10 aksesoris) dari masing-masing bentuk aksesoris buatannya dikirim setiap minggu ke Pulau Bali.

 ‘’ Untuk memenuhi membludaknya pesanan souvenir ke luar negeri, kami mempekerjakan sekitar 700 hingga 1000 orang pekerja. Dengan melibatkan tetangga dan kolega kami,’’ katanya.

Halaman
12
Penulis: Moh Rivai
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved