Bom Sri Lanka

Bom Sri Lanka Bentuk Aksi Balas Dendam Teror di Masjid Selandia Baru, 310 Orang Meninggal Dunia

Kementerian Pertahanan Sri Lanka menyatakan, ledakan 8 bom di hotel mewah & gereja di Sri Lanka indikasi balas dendam teror di masjid Selandia Baru.

Bom Sri Lanka Bentuk Aksi Balas Dendam Teror di Masjid Selandia Baru, 310 Orang Meninggal Dunia
Twitter
Foto-foto ledakan di gereja Srilanka yang beredar di Twitter.Bom Sri Lanka Bentuk Aksi Balas Dendam Teror di Masjid Selandia Baru, 310 Orang Meninggal Dunia 

SURYA.co.id - Kementerian Pertahanan Sri Lanka menyatakan, ledakan 8 bom di hotel mewah dan gereja di Sri Lanka ada indikasi balas dendam atas teror di masjid Selandia Baru, 15 Maret 2019.

Menteri Pertahanan Sri Lanka Ruwan Wijewardene mengatakan berdasar investigasi awal, serangan yang terjadi di delapan tempat itu merupakan bentuk "balas dendam".

"Penyelidikan awal menunjukkan ledakan bom di Sri Lanka merupakan balas dendam terhadap serangan kepada Muslim di Christchurch, Selandia Baru," kata Wijewardene dikutip AFP Selasa (23/4).

Pada 15 Maret, jemaah di Masjid Al Noor dan Linwood Christchurch, Selandia Baru, diserang oleh Brenton Tarrant, seorang ekstremis kulit putih asal Australia, ketika hendak melaksanakan Salat Jumat.

Pelaku yang merupakan warga negara Australia itu menyiarkan perbuatan kejinya di Facebook dengan 50 jemaah dilaporkan tewas dan 50 orang lainnya mengalami luka-luka.

Dikutip The Guardian, terdapat memo intelijen yang beredar di kalangan pejabat keamanan salah satu pelaku sempat mengisi akun media sosialnya dengan "konten ekstremis".

Pelaku memutuskan memperbarui konten media sosialnya setelah penembakan yang dilakukan teroris kulit putih terhadap jemaah di Masjid Al Noor dan Linwood.

Direktur Grup Intelijen SITE Rita Katz dikutip NZ Herald berkata, pendukung Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) menyatakan serangan di Sri Lanka merupakan balasan atas penembakan Christchurch.

Wijewardene menjelaskan, National Thowheeth Jamaath (NJT) yang disebut bertanggung jawab atas insiden di Sri Lanka mempunyai hubungan dengan kelompok radikal di India.

"NJT ini mempunyai hubungan dekat dengan Jamaat-ul-Mujahideen India (JMI). Hubungan itu kini telah terungkap," kata Wijewardene di hadapan politisi.

Halaman
1234
Editor: Iksan Fauzi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved