Single Focus
Jual Barang Lebih Murah agar Laris, Koperasi Guyub Saiko Proyo Teliti Memilih Tempat Kulak
Dibanding koperasi yang ada di rusunawa lain, Koperasi 'Guyub Saiko Proyo' yang merupakan koperasi toko kelontong di Rusunawa Penjaringan Sari (PS)
Penulis: Christine Ayu Nurchayanti | Editor: Eben Haezer Panca
SURYA.co.id | SURABAYA - Dibanding koperasi yang ada di rusunawa lain, Koperasi 'Guyub Saiko Proyo' yang merupakan koperasi toko kelontong di Rusunawa Penjaringan Sari (PS), tepatnya di PS 3 RT 07 RW 10, terbilang cukup laris.
Ya, bisa dikatakan koperasi yang sudah beroperasi selama dua tahun ini, berupaya menjual barang-barang lebih murah, entah selisih harga lima ratus, seribu, atau dua ribu rupiah.
Selama ini para pengelola koperasi berusaha mencari tempat kulak yang menyediakan barang-barang ekonomis.
"Saya sampai bikin 'kartu merah' Indogrosir supaya dapat barang murah. Kalau ada diskon di beberapa toko, saya langsung ke sana. Lumayan. Karena harga jual di pasar itu berubah-ubah, saya harus teliti memilih tempat kulak," tutur Suci Yanti, Bendahara Koperasi 'Guyub Saiko Proyo'.
Di sini, lanjut Suci, koperasi menyediakan berbagai macam sembako, mulai dari minyak goreng, telur, garam, gula, beras, dan lainnya. Juga keperluan rumah tangga, seperti sabun, shampoo, dan pasta gigi.
"Ada pula beragam minuman dingin dan es krim yang digemari anak-anak," tuturnya.
Perbulan, koperasi ini mampu meraup omzet kisaran Rp 4 juta hingga Rp 7 juta. "Kami sebenarnya tidak terlalu memikirkan laba, yang penting laris dan bisa warga di rusun ini," ujar Suci.
Omzet itu dikurangi dan diolah untuk kulak barang dagangan. Sampai saat ini, total laba sekitar Rp 16 juta. "Kemungkinan April bisa naik sekitar Rp 2 juta, sudah dipotong buat kulak," katanya.
Janji Tempat Kulaka
Sementara itu, Mulyono, Kepala RW 10 Rusunawa Penjaringan Sari (PS) mengatakan, di rusunawa ini ada 7 RT yang dibagi menjadi, PS 1 dan 2 masing-masing ada tiga RT. Sementara PS 3, ada satu RT yaitu RT 07.
"Ada dua koperasi di sini, berada di PS 1-2 dan PS 3. Tetapi baru koperasi di PS 3 yang berjalan. Koperasi di PS 1-2 dalam tahap pembinaan meski sudah melayani simpan pinjam," ujar Mulyono.
Koperasi PS 3, lanjutnya, sudah dua tahun berjalan, namun baru berbadan hukum empat bulan silam. "Menurut Pemkot Surabaya, koperasi ini terbilang bagus. Banyak koperasi di rusun lain tidak berjalan. Bu Risma berharap, supaya ditingkatkan lagi," imbuh Suci.
Pemkot Surabaya, lanjut Suci, sudah menjanjikan tempat kulak yang murah. Ini dinanti-nantikan pengelola koperasi 'Guyub Saiko Proyo'.
"Kalau ada tempat kulak murah kan enak, tidak perlu keliling ke sana kemari untuk survei harga. Kalau harga jual makin murah, koperasi akan semakin maju," tegas Suci, yang mengusulkan ada penambahan rak dagangan semakin banyak.
Selain jual barang dagangan, koperasi ini juga melayani simpan pinjam. "Warga bisa meminjam uang Rp 1 juta. Dapat dicicil sepuluh kali dengan bunga setengah persen," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/koperasi-rusunawa-penjaringansari.jpg)