Pemilu 2019

PDIP Sebut Hitung Ulang Semua TPS di Surabaya Merupakan Pesanan Caleg

PDI Perjuangan Kota Surabaya menyikapi sikap Bawaslu setempat yang merekomendasikan menghitung ulang semua Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Surabaya.

PDIP Sebut Hitung Ulang Semua TPS di Surabaya Merupakan Pesanan Caleg
surabaya.tribunnews.com/ahmad zaimul haq
Wakil Wali Kota Surabaya, Wisnu Sakti Buana saat hadir dalam rilis hasil survey Surabaya Survey Center (SSC), Rabu (9/1/2019). 

PDIP Sebut Hitung Ulang Semua TPS di Surabaya Merupakan Pesanan Caleg

SURYA.co.id | SURABAYA -  PDI Perjuangan Kota Surabaya menyikapi sikap Bawaslu setempat yang merekomendasikan menghitung ulang semua Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Surabaya.

Ketua DPC PDIP Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana menduga, keputusan Bawaslu Surabaya itu pesanan caleg (calon legislatif) yang gagal dalam Pileg 2019.

"Semua bisa dilihat indikasinya siapa yang melapor ke Bawaslu kemarin. Kami menduga bahwa rekomendasi Bawaslu meminta hitung ulang semua TPS ini pesanan," kata Whisnu. 

DPC PDIP Surabaya pun mengeluarkan sikap resmi.

Whisnu melihat sikap Bawaslu Surabaya dengan munculnya surat No 436 tertanggal 21 Aprilia  2019 punya indikasi kuat untuk memenuhi pesanan Caleg-caleg yang terancam tidak lolos.

Sebab suara mereka berada skala posisi pas banderol. Tidak aman. Seharurya mereka sadar diri bahwa mereka tidak mendapat kepercayaan rakyat di bilik-bilik suara. 

Di Kota Surabaya ada 8.146 TPS. Permintaan penghitungan ulang sangat potensial memperkeruh suasana, dan potensial menghambat tahapan Pemilu 2019. 

Rekomendasi Bawaslu Surabaya itu telah mengabaikan kinerja seluruh KPPS se-Kota Surabaya. KPPS dan panitia telah bekerja luar biasa hingga kelelahan.

Bukankah Bawaslu Surabaya sendiri juga punya pengawas di seluruh TPS yang dibayar negara. Sehingga pengawasan atas TPS, semestinya otomatis dilakukan oleh para aparatur Bawaslu, terlebih ketika terjadi kesalahan dan pelanggaran. 

Halaman
12
Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Fatkhul Alami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved