Ada Anggota Jaringan Pencuri Sonokeling yang Belum Terjamah, Tugasnya Menerbitkan Surat Palsu

Polisi masih mencari satu orang lagi yang terlibat jaringan pencuri pohon sonokeling di jl nasional Tulungagung dan Trenggalek.

Ada Anggota Jaringan Pencuri Sonokeling yang Belum Terjamah, Tugasnya Menerbitkan Surat Palsu
ist
Pohon sonokeling yang diduga dicuri dari depan Mapolsek Sumbergempol, ditemukan di gudang industri di Mojokerto. 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Satreskrim Polres Trenggalek sudah menetapkan enam tersangka pencurian pohon sonokeling di Jalan Nasional Tulungagung dan Trenggalek.

Namun ada pelaku lain yang khusus beraksi di wilayah Tulungagung dan belum tersentuh.

Hal ini diungkapkan oleh Dinamisator Jaringan Pemantau Independen Kehutanan (JPIK) Nasional, M Ichwan Musyofa.

Salah satu terduga pelaku ini adalah ASN yang menerbitkan surat perintah penebangan palsu.

"Kami sebut palsu karena ASN ini tidak punya wewenang menerbitkan surat penebangan, namun dia buat dan tandatangani surat ini lengkap dengan stempel basah," ungkap Ichwan.

Bukti dokumen surat yang dipalsukan ini telah dimiliki JPIK.

Karena itu Ichwan berharap polisi memroses pelaku yang ada di Tulungagung.

"Pelakunya sudah jelas, dokumennya juga sudah jelas. Tidak ada alasan polisi tidak memrosesnya," tandas Ichwan.

Tersangka Koordinator Pencurian Pohon Sonokeling Pernah Mengirim Ribuan Sonokeling ke Pasuruan

JPIK Mendeteksi Batang Pohon Sonokeling Curian Asal Tulungagung Dikirim ke Sejumlah Industri

Enam pelaku pencurian sonokeling di Jalan Nasional Tulungagung dan Trenggalek sudah ditetapkan sebagai tersangka, oleh penyidik Satreskrim Polres Trenggalek.

Kasat Reskrim Polres Trenggalek, AKP Sumi Andana mengakui, ada jaringan kawanan ini yang hanya beraksi di wilayah Tulungagung.

Halaman
12
Penulis: David Yohanes
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved