Berita Kediri

Peringati Hari Kartini ala Kampung Adat Kebangsaan Persada Sukarno di Kediri 

Peringati Hari Kartini ala Kampung Adat Kebangsaan Persada Sukarno di Kediri. 

Peringati Hari Kartini ala Kampung Adat Kebangsaan Persada Sukarno di Kediri 
surya.co.id/didik mashudi
Peragaan busana memperingati Hari Kartini di Kampung Adat Kebangsaan Desa Pojok, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Minggu (21/4/2019). 

SURYA.co.id | KEDIRI - Kampung Adat Kebangsaan Persada Sukarno di Desa Pojok, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri menggelar peringatan Hari Kartini, Minggu (21/4/2019).
Peringatan ditandai dengan lomba fashion show mamia ibu dan anak yang tampil dengan busana kebaya. Ibu dan anak tampil bareng dalam peragaan busana adat Jawa.
Ibu yang tampil bersama putrinya sama-sama menampilkan busana kebaya.

Sedangkan ibu yang tampil bersama putranya memakai kebaya dan putranya mengenakan baju beskap.

Para peserta yang tampil berjalan di karpet mewah juga diharuskan mengucapkan salam Pancasila dan salam nasional pekik merdeka dengan lima jari.

Rangkaian Hari Kartini di Kampung Adat Kebangsaan juga diisi lomba fashion ibu dan anak yang diikuti 12 peserta, lomba memakai jarit diikuti 15 peserta dan 40 peserta mengikuti workshop memakai jarit.

Selain memperingati Hari Kartini, kegiatan di Kampung Adat Kebangsaan juga mengenang kelahiran RMP Sosrokartono 10 April 1.877 dan Sultan Hamengkubuwono IX yang lahir 12 April dan Dr Rajiman 21 April.
Sultan Hamengkubuwono IX merupakan tokoh yang pertama kali mengakui dan mendukung Kemerdekaan Bangsa Indonesia dan berdirinya RI.

Menurut Kushartono, panitia peringatan Hari Kartini Kampung Adat Kebangsaan menjelaskan, jasa Raden Ajeng Kartini sudah jelas sebagai pelopor emansipasi bagi perempuan di Indonesia.

Sementara jasa Sultan Hamengkubuwono IX saat RepubIik Indonesia baru berdiri dan belum mempunyai dana untuk pemerintahan, Sultan Hamengkubowono IX yang memberikan bantuan dana untuk pemerintah Soekarno.

Panitia juga memberikan apresiasi kepada Bu Darmini aktifis masyarakat yang dengan penuh ketulusan dan tanpa pamrih sukses membangun masyarakat desanya.

Sehingga sukses membangun ekonomi desa, mengubah anak-anak muda yang awalnya pemalas dan suka minuman keras berubah menjadi pekerja keras dan mau belajar agama. Sehingga banyak anak-anak muda yang telah meninggalkan kebiasaan buruknya.

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved