Berita Pasuruan

Penyebab Banyak Nelayan Pasuruan Tidak Miliki Surat Izin Melaut (SIM)

Penyebab banyak nelayan Pasuruan yang tidak memiliki Surat Izin Melaut (SIM).

Penyebab Banyak Nelayan Pasuruan Tidak Miliki Surat Izin Melaut (SIM)
surya.co.id/galih lintartika
WISATA SORE HARI -Warga bersantai di Pelabuhan Pasuruan menikmati pemandangan keluar masuk nelayan yang datang dan pergi mencari ikan. 

SURYA.co.id | PASURUAN - Nelayan di Kabupaten Pasuruan banyak yang belum mengantongi izin atau kartu Pas kecil atau juga bisa disebut sebagai Surat Izin Melaut (SIM). Bahkan, dari 9 ribu lebih nelayan yang ada, tak sampai 10 persennya yang mengantongi izin.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pasuruan, Slamet Nur Handoyo menjelaskan, jumlah nelayan yang memiliki izin operasi masih terbilang rendah. Karena dari 9.977 nelayan di Kabupaten Pasuruan, baru 660 nelayan yang memiliki izin.

Padahal, izin tersebut sangat penting. Khususnya ketika mereka melakukan pelayaran dan penangkapan ikan. "Ketika ada penertiban, tentunya mereka bisa aman jika memiliki izin tersebut," ujarnya.

Ia menambahkan, izin yang dimaksudnya berupa kartu Pas Kecil. Fungsi Pas kecil tersebut, tak ubahnya dengan SIM saat pengendara berada di jalanan.

"Fungsinya mirip dengan SIM. Kalau tidak memiliki Pas kecil, tentu akan terjaring bila ada operasi dari instansi terkait," tambah dia.

Dimungkinkan, minimnya pengetahuan nelayan menjadi faktor rendahnya kepemilikan kartu pas itu. Di samping juga, keengganan dalam pengurusannya. Karena kecenderungan, nelayan mau mengurus bila terdesak.

"Karenanya, kami akan gencarkan sosialisasi. Supaya, nelayan bisa lebih memahami kewajiban dan fungsi dari kepemilikan kartu pas tersebut," tambah dia.

Terpisah, di sisi lain Kementrian Perhubungan (Kemenhub) memberikan jatah 600 lebih Surat Ketrampilan dan Kecakapan (SKK) untuk nelayan di Kabupaten Pasuruan.

Hal ini berkaitan dengan teknik melaut dan keselamatan kerjanya nelayan saat melaut. Kenapa, karena nelayan memilki resiko tinggi saat melaut. Maka dari itu, sebelum melaut para nelayan ini harus mengantongi SKK atau SIM ini.

Kabid Kenelayanan Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan, Alamsyah Suprijadi mengatakan, nelayan memang harus dibekali teknik melaut dan teknik keselamatan kerjanya.

"Kemenhub tahun ini memberikan kuota gratis, selain Kabupaten Pasuruan juga diberikan kepada nelayan Probolinggo, Malang dan Tulungagung," katany

Namun, ia menyanyangkan karena tidak ada minat dari nelayan di sini untuk memiliki SIM. Padahal keuntungan memiliki SIM nelayan ini, sangat banyak. Nantinya para nelayan yang menerima SIM itu bisa menggunakannya dan bekal bekerja di laut lepas.

Dikatakan dia, upaya sosialisasi dari Dinas Perikanan sudah dilakukan maksimal, baik langsung kepada nelayan ataupun kelompok nelayan. Ia menilai, ada faktor yang membuat nelayan ini tidak minat membuat SIM melaut ini.

"Kami akan melakukan pendekatan lagi kepada nelayan supaya mereka tertarik untuk mengikuti pelatihan SKK ini. Karena waktu dan kesempatan untuk mendapatkan SIM nelayan gratis ini sampai akhir tahun. Kami akan upayakan semaksimal mungkin," tambahnya.

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved