Sambang Kampung Pulosari Surabaya

Warga Kampung Pulosari Budidaya Lele, Hasilnya untuk Konsumsi Bersama dan Dijual Murah

Warga Kampung Pulosari budidaya lele dumbo, hasilnya untuk konsumsi bersama dan dijual murah.

Warga Kampung Pulosari Budidaya Lele, Hasilnya untuk Konsumsi Bersama dan Dijual Murah
surya.co.id/delya octovie
Warga kampung Pulosari mulai budidaya lele dumbo pada awal Desember 2018. Berawal dari 6.000 bibit lele, kini lele sudah beberapa kali panen. 

SURYA.co.id |SURABAYA - Mempercantik kampung dengan lukisan di dinding serta aneka ragam tanaman tuntas dilakukan warga Kampung Pulosari 3-K RT 2 RW 7, Surabaya.

Kini, mereka tengah mengembangkan hal baru lagi, yakni budidaya lele.  Terdapat empat bak besar yang menampung lele-lele tersebut di greenhouse milik warga.

Rupanya, lele-lele tersebut hasil hibah dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya.

"Kami sudah beberapa kali panen. Dulu total diberi 6000 bibit lele dari Dinas Pertanian. Ini sebulan lagi sudah bisa panen banyak ini," tutur Mbah Saman, Rabu (17/4/2019).

Lele jenis dumbo tersebut mulai dibudidayakan sejak awal Desember 2018, dan setelah itu mereka sudah beberapa kali panen.

Menurut Mbah Saman, warga setuju membudidayakan lele, karena pemeliharaannya mudah, tempatnya sederhana, makanan juga tidak harus pelet, tapi bisa diganti dengan cacing atau anak rayap.

Hasil panen, kata Mbah Saman, dijual ke warga dengan harga yang dijamin lebih murah dibanding pasar.  Bila harga pasar Rp 23.000, mereka menjual lele dengan harga Rp 15.000. Paling banyak, mereka pernah menjual sampai 55 kilogram lele. 

Sedangkan Agus Haryoko, Ketua RT 2 RW 7 Pulosari, mengatakan hasil panen lele juga dibuat makan bersama warga.

"Kadang juga dimasak, dimakan bareng-bareng. Kami juga mengundang orang-orang dinas dan wartawan. Ke depan kami ingin mudah berkomunikasi dengan mereka, jadi kalau butuh sesuatu, biar tidak berhenti, jalan di tempat," ujarnya.

Mbah Saman berharap, nantinya lele tidak hanya untuk dijual dan dikonsumsi pribadi, melainkan dibuat usaha industri rumahan yang bisa memajukan UKM kampung.

"Kami ingin membuat home industry seperti dendeng lele, misalnya. Tapi jangan dulu, stoknya belum mencukupi," ungkapnya.

Agus pun mengamini harapan Mbah Saman. Ia mendukung apa yang menjadi keinginan tim pertanian, selama tujuannya positif.

"Dari pengurus, apa yang menjadi keinginan tim pertanian, kami dukung saja. Selama itu bisa dipertanggungjawabkan, monggo, kami tidak akan menghalangi," katanya. 

Penulis: Delya Octovie
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved