Berita Lamongan

Polisi Sita Uang Rp 1 Miliar dari Caleg, Sekretaris DPC Partai Gerindra Lamongan: 'Uang Honor Saksi'

Uang Rp 1 miliar yang diamankan Polres Lamongan dari seorang caleg ternyata untuk honor saksi dan koordinator kecamatan dan kabupaten Parta Gerindra.

Polisi Sita Uang Rp 1 Miliar dari Caleg, Sekretaris DPC Partai Gerindra Lamongan: 'Uang Honor Saksi'
istimewa
Uang Rp 1 miliar lebih yang diangkut menggunakan mobil Toyota Innova nopol S 1976 JT oleh petugas Polres Lamongan. Uang yang terbungkus ditaruh di bawah jok belakang oleh terduga dua caleg di Lamongan, Selasa (16/04/2019) dini hari. 

SURYA.co.id l LAMONGAN - Uang Rp 1 miliar yang diamankan Polres Lamongan dari seorang caleg (berita sebelumnya disebut dua caleg) menemui titik terang. Ternyata, uang Rp 1, 075 miliar itu adalah uang honor saksi dan koordinator kecamatan dan kabupaten.

"Memang uang ini untuk kegiatan saksi, jadi bukan untuk serangan fajar atau yang lain," kata Sekretaris DPC Partai Gerindra Lamongan, R Imam Muchlisin saat ditemui Surya.co.id di Kantor Bawaslukab jalan Raya Tambakboyo Kecamatan Tikung, Selasa (16/04/2019).

Muchlisin mengungkapkan uang itu akan dipergunakan untuk uang saksi yang mendapat jatah Rp 150 ribu di setiap TPS di Lamongan.

Polisi Amankan 2 Caleg Lamongan Beserta Uang Rp 1 Miliar, untuk Serangan Fajar ?

"Ditambah uang saksi di kecamatan dan koordinator saksi, sehingga jumlah keseluruhannya itu Rp 1 milyar 7 juta 500 ribu," sambungnya.

Muchlisin menegaskan saat pengambilan uang dari DPD Gerindra di Jawa Timur juga lengkap ada berita acaranya.

"Saya tak tahu kenapa ditangkap, lha wong itu benar-benar uang saksi, jadi mas Okta (Caleg, red) yang bawa, karena Ketua DPC kami (Tsalis Fahmi) sedang berhalangan," kata Muchlisin.

Sementara itu, Ketua Bawaskukab Lamongan, Miftahul Badar, menuturkan pihaknya masih proses memintai keterangan oleh pihak-pihak lain.

"Beberapa pihak terkait kita mintai keterangan," tukas Badar.

Yang dipanggil untuk dimintai keterangan misalnya yang semalam ikut yakni yang ikut serta mengambil uang tersebut.

"Kami masih harus menunggu semuanya selesai kami mintai keterangan. Kami tidak percaya yang untup - untup," katanya.

Sementara, Kasat Reskrim Polres Lamongan, AKP Wahyu Norman Hidayat mengatakan, terkait adanya penjelasan kalau uang itu untuk saksi, pihaknya masih harus memplenokan.

"Ini (keterangan, red) kan harus diplenokan dulu," tandas Norman.

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved