Sambang kampung RT 2 RW 1 Jambangan

Jelang Lebaran Usaha Kue Kering Banjir Pesanan, Warga Berdayakan Orang Tua Siswa PAUD untuk Bekerja

Jelang Lebaran usaha Kue kering banjir pesanan, warga berdayakan orang tua siswa PAUD untuk bekerja.

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Parmin
surya.co.id/ahmad zaimul haq
BANJIR PESANAN - Kue kering dengan brand Dapur Mama Cookies yang merupakan salah satu UKM di RT 2 RW 1 Jambangan mulai banjir pesanan seiring datangnya Ramadan dan Lebaran. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kue kering identik dengan lebaran, namun usaha kue kering di RT 2 RW 1 Kelurahan Jambangan, Surabaya setiap harinya selalu berjalan.

Setiap harinya rumah di jalan Jambangan II selalu tercium aroma wangi kue kering yang di oven. Di halaman rumah dan garasi, ibu-ibu mencetak kue dan mengoven beragam jenis kue kering.

Usaha yang dimiliki Nilu Istighfarwati (39) ini telah dijalankan lebih dari 10 tahun. Tak hanya saat lebaran, pesanan terus berdatangan dari kenalan dan tetangganya setiap hari.

"Awalnya dulu nggak ada merk juga, pemasarannya juga terbatas tetangga,"urai pemilik merek kue kering Dapur Mama Cookies ini.

Berkat ketekunannya dan ketelatenannya mengerjakan kue kering, setiap tahun ia selalu mendapat tambahan pelanggan.

Bahkan menjelang lebaran pesanan selalu menumpuk bahkan sebelum ramadhan. Sehingga ia mulai menambah tenaga untuk membuat kue kering.

"Anak saya masih TK, nah banyak wali murib itu sepertinya butuh tambahan penghasilan. Kebetulan saat saya buka lowongan ya saya tawari,"urainya.

Dengan waktu yang fleksibel, Nilu tetap menerapkan jam kerja harian. Karena dirinya memberi gaji pada pekerjanya setiap bulan bahkan memberi uang lembur saat pesanan melonjak.

" Pesanan menjelang lebaran naik sekali, banyak yang order sebelum ramadhan,"urainya.

Meskipun dipasarkan dari mulut ke mulut, namun pesanan kue kering buatan Nilu juga dikirim hingga berbagai kota di Jatim. Tak hanya satuan, Nilu juga menjual kue kering secara paket.

"Setiap lebaran pendapatan saya bisa sampai Rp 50 juta sampai Rp 100 juta,"lanjutnya.

Mudawati (58), ibu Nilu mengungkapkan tak jarang ikut membantu membuat kue kering saat pesanan meningkat.

Menurutnya Nilu memiliki keahlian membuat kue kering dari neneknya. Sehingga ia tak heran saat Nilu mulai menjual kue kering sejak kuliah.

"Buat lebaran ini bisa 10 orang bantuin, ada yang datang jam 08.00 sampai jam 16.00. Asal sudah selesai mengurus anak biasanya,"lanjutnya.

Untuk membatasi pesanan, menurut Muda tahun ini proses produksi akan dihentikan seminggu sebelum lebaran. Pasalnya tahun lalu proses produksi dilakukan hingga H-2 lebaran.

"Kalau mau lebaran biasanya pegawainya banyam yang pulang, makanya tahun ini produksinya dibatasi juga,"urainya.

Iapun mengaku cukup bangga pada keuletan anaknya dalam memulai usaha. Tak hanya kue kering, bahkan kerajinan perca juga dibuat anaknya hingga rutin mengikuti pameran UKM.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved