Berita Bangkalan Madura

Indofood Mencari Bibit-bibit Peneliti Unggul di Universitas Trunojoyo Madura, ini Tujuannya

Indofood mencari bibit-bibit peneliti unggul di Universitas Trunojoyo Madura, ini tujuannya.

Indofood Mencari Bibit-bibit Peneliti Unggul di Universitas Trunojoyo Madura, ini Tujuannya
surya.co.id/ahmad faisol
Tim Pakar Indofood Riset Nugraha (IRN) Prof Dr Ir Bustanul Arifin, MSc, PhD memberikan materi kepada mahasiswa di lantai X Gedung Graha UTM, Selasa (16/4/2019). 

Rektor UTM Dr Drs EC Muh Syarif Msi mengungkapkan, terdapa enam sektor potensi-potensi lokal yang teridentifikasi UTM saat ini.

Yakni garam dan tembakau, pangan (jagung, singkong, tebu, hasil laut, dan daging sapi), ekonomi (wanita dan tenaga kerja), minyak gas dan energi, serta sektor pendidikan (formal dan informal).

"Potensi pangan di Madura cukup potensial. Pengembangan kami sudah masuk pada tahap hilirisasi," ungkapnya.

Selain garam, Program Studi Agro Teknologi Fakultas Pertanian UTM juga berhasil melakukan riset dalam meningkatkan hasil produksi jagung.

Riset hasil kerjasama dengan Balitsereal Maros Sulawesi yang secara intensif dimulai sejak 2007 itu mengeksplorasi jagung lokal di seluruh Madura guna mendapatkan tetua yang akan dijadikan varietas unggul.

Hasil eksplorasi mendapatkan 16 kultivar (kelompok jagung lokal dengan kekhasannya) jagung Madura, tiga kultivar ditemukan di Bangkalan, tiga kultivar di Sampang, dua kultivar Pamekasan, dan delapan kultivar di Sumenep.

Dengan menggunakan metode seleksi dan selfing, 16 kultivar jagung lokal Madura itu menghasilkan variasi biji jagung dengan karakter morfologis berbeda pada setiap galurnya.

16 kultivar jagung Madura itu lantas disilangkan dengan beberapa genotip jagung unggul dari Balitsereal Maros.

Hasilnya, jagung hibrida Madura mempunyai panjang hingga 20 centimeter. Lebih panjang 13 centimeter dan tidak serta merta menghilangkan karakter jagung lokal; toleran terhadap kekeringan, rendemennya tinggi, daya simpan lama.

Uji coba pada dua varietes itu mampu meningkatkan produksi hingga 7 ton per hektare. Sedangkan produksi jagung lokal hanya 2,7 ton per hektare.

Halaman
1234
Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved