Senin, 13 April 2026

Baru 37 Persen Masyarakat di Sidoarjo Menikmati Air PDAM

Cakupan layanan air bersih PDAM Sidoarjo masih rendah, baru sekitar 37 persen. Tak hanya itu, kualitas airnya juga masih banyak dikeluhkan.

Penulis: M Taufik | Editor: Eben Haezer Panca
surabaya.tribunnews.com/m taufik
Anggota DPR RI, Bambang Haryo (kanan) saat bertemu dengan Dirut PDAM Sidoarjo, Selasa (16/4/2019). 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Cakupan layanan air bersih PDAM Sidoarjo masih rendah, baru sekitar 37 persen. Kualitas air dari perusahaan milik Pemkab Sidoarjo itu juga masih banyak dikeluhkan oleh pelanggarannya.

Selain karena bahan baku, infrastruktur yang ada juga belum memadai.

"Sehingga layanan kepada warga masih terbatas. Ini sangat disayangkan," kata Anggota Komisi V DPR RI Bambang Haryo saat berkunjung ke Kantor PDAM Sidoarjo, Selasa (16/4/2019).

Dalam pertemuannya dengan Dirut PDAM Sidoarjo, Bambang juga menyampaikan beberapa keluhan tentang kualitas air sebagainya yang diterimanya. Termasuk yang air warnanya coklat, tidak layak konsumsi, hingga banyaknya rumah warga yang belum teraliri PDAM.

"Air adalah kebutuhan pokok manusia. Harusnya, pemerintah memaksimalkan layanan kebutuhan pokok ketimbang lainnya," tukas Bambang Haryo.

Sehari Jelang Pemungutan Suara, Tabloid Berisi Visi-Misi Prabowo-Sandi Beredar di Madiun

Dua Tenda TPS Pemilu di Tulungagung Terbang Terbawa Angin Kencang

Teller BRI di Mojokerto Kuras Uang Nasabah Hampir Rp 2 miliar. Begini Modusnya

Pihaknya sempat membandingkan dengan layanan air bersih di PDAM Surabaya. Yang disebut sudah jauh lebih bagus, dengan mengelola air dari sungai Kalimas.

"Harusnya Sidoarjo sebagai kota pendukung juga bisa demikian. Makanya kami dorong Dirut PDAM Sidoarjo, dan kami juga akan perjuangkan ini di DPR," lanjutnya.

Kata dia, untuk membuat sistem pelayanan air bersih seperti di Surabaya dan sejumlah kota lain, hanya butuh dana sekitar Rp 750 miliar. Dengan mengelola air dari sungai yang ada, itu bisa untuk sekitar 1,5 juta warga.

Jika ditambah layanan yang sudah ada, menurutnya itu sudah bisa melayani semua warga di Sidoarjo. "Dengan jumlah penduduk Sidoarjo sekitar 2 juta jiwa, berarti bisa semua terlayani," imbuhnya.

Bahkan, ditandaskannya bahwa dengan sistem yang bagus, Sidoarjo tidak perlu ambil air dari Umbulan dan tidak perlu long storage. Apalagi, dia juga mensinyalir dua proyek itu banyak masalah.

Dirut PDAM Sidoarjo, Abdul Basit Lao mengakui bahwa sampai saat ini memang cakupan layanan PDAM Sidoarjo baru sekitar 37 persen dari total 2,2 juta penduduk Sidoarjo.

"Namun sejumlah langkah strategis sudah kami lakukan untuk mencukupi kebutuhan itu. Seperti penyiapan infrastruktur untuk mengalirkan air dari Umbulan yang rencananya mulai mengalir Juli nanti, kemudian dilanjut dengan pengaliran air dari long storage yang dibangun di Prambon," ungkap Basit.

Dari Umbulan, pada tahun pertama nanti PDAM Sidoarjo bakal menyerap sekitar 200 liter per detik. Kemudian tahun kedua dan ketiga masing-masing tambah 300 liter, serta tahun keempat tambah 400 liter perdetik. Sehingga total air dari Umbulan yang dialirkan ke Sidoarjo pada puncaknya nanti mencapai 1.200 liter per detik.

Sedangkan untuk menyerap air dari long storage di Prambon, direncanakan mulai tahun 2022 setelah Umbulan. Tapi persiapan infrastruktur sudah dilakukan, sehingga semua bisa berjalan seperti ditencanakan.

"Dari long storage itu volumenya nanti sekitar 1.000 liter perdetik, bakal dialirkan ke Kecamatan Balongbendo, Tarik, Prambon dan Krembung. Air yang dilarikan itu juga hasil mengelola air sungai di Kali Porong," tukas Basit.

Kendati demikian, disebut dia setelah pengaliran air Umbulan dan dari long storage, belum semua kebutuhan air di Sidoarjo teratasi. Diperkirakan, total akan mencukupi sekitar 80 persen.

"Karena jumlah penduduk dan hunian di Sidoarjo terus bertambah. Namun, kami terus berusaha untuk menyiapkan infrastruktur agar bisa maksimal dalam mengalirkan air bersih ke pelanggan," pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved