Rumah Politik Jatim

Soal Kursi Menteri, AHY: Tak Elok Bicara Pragmatis Sebelum Mengetahui Pemenangnya

AHY mengatakan Prabowo telah mengajaknya untuk masuk dalam kabinet kelak apabila terpilih di Pemilihan Presiden kelak.

Soal Kursi Menteri, AHY: Tak Elok Bicara Pragmatis Sebelum Mengetahui Pemenangnya
SURYA.co.id/Bobby Constantine Koloway
Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ketika dikonfirmasi di Surabaya, Sabtu (13/4/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) enggan bicara panjang soal jatah kursi menteri bagi partainya.

Dibandingkan bicara hal itu, pihaknya memilih fokus di dalam pemenangan pemilu.

Pidato Politik Terakhir AHY di Masa Kampanye: Kita Optimistis Menang Pemilu dan Maju Pilpres 2024

Pembahasan soal kursi menteri dinilai kurang etis dilakukan saat ini. Mengingat, pemilu masih akan berlangsung pekan depan, 17 April 2019 mendatang.

"Saya tidak ingin memperpanjang polemik itu. Saya lebih fokus menjelang 17 April dan tidak bicara soal (kursi) menteri," kata AHY ketika dikonfirmasi di Surabaya, Sabtu (13/4/2019).

"Apalagi, pemilu belum dilakukan, artinya pemenangnya belum tahu. Kemudian kalau kita bicara soal menteri, saya pikir tidak elok," katanya.

Dibandingkan berbicara soal pembagian kursi menteri, ia lebih memilih untuk mengenalkan berbagai program yang akan dilakukan andai terpilih.

"Melihat para elit, berdiskusi dan berbicara secara pragmatis, saya rasa tidak elok. Sebab, rakyat ingin mendengar apa yang akan dilakukan apabila kelak terpilih," katanya.

Namun, ia menegaskan bahwa sikap tersebut bukan menjadi alasannya untuk tidak hadir di acara pidato kebangsaan Calon Presiden nomor urut 02 yang juga diusung partainya, Prabowo Subianto, di Surabaya, Jumat (12/4/2019). Ketidakhadirannya dikarenakan harus menjenguk ibundanya, Ani Yudhoyono, yang tengah dirawat di Singapura.

"Sebelumnya juga sudah saya jelaskan, bahwa saya kemarin bersama istri ke Singapura. Sebagai anak saya juga memiliki tanggung jawab moral kepada ibu," katanya.

"Kemarin memang ada penjelasan dari dokter terkait perkembangan kesehatan ibu Ani. Saya mewakili keluarga sehingga harus hadir (di Singapura)," terangnya.

Halaman
12
Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved