VIDEO FAKTA Terbaru Audrey Siswi SMP Disiksa 12 Siswi SMA, Organ Intim Dilukai, 4 Artis Bersuara

Video fakta terbaru Audrey siswi SMP dikeroyok 12 siswi SMA di Kalimantan Barat ada di artikel ini. Organ intim dilukai sehingga 4 artis bersuara.

"Kami akan panggil orangtua korban," kata Kanit PPA PolrestaPontianak Iptu Inayatun Nurhasanah.

Selain itu, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono meminta pihak kepolisian dan Dinas Pendidikan Pontianak untuk menuntaskan kasus tersebut.

VIDEO Kronologi Iriana Jokowi Selamatkan Balita yang Lemas Kepanasan Saat Kampanye, Viral di IG

Detik-detik Kopassus Terobos Kepungan Kelompok Komunis, Ingin Mundur Tapi Ditolak Sintong Panjaitan

Nasib Mahasiswa Makassar Usai Tampar Polisi Provost Saat Demo, Videonya Viral di Whatsapp (WA) & IG

Nikita Mirzani Ancam Sosok ini Saat Unggah Video Kriss Hatta Ditahan, Tunggu Giliran Elo, Katanya

Berikut fakta-fakta yang dirangkum dari Tribun Pontianak (grup Surya.co.id)

1. Berawal dari Saling Komentar di Media Sosial

Penganiayaan terhadap AU yang merupakan siswi SMPN 17 Pontianak ini terjadi Jumat (29/3/2019) di Jalan Sulawesi dan Taman Akcaya.

Dari informasi yang dihimpun Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kalimantan Barat, kejadian ini bermula dari saling komentar di media sosial.

Korban AU sejatinya bukanlah target utama dari 12 pelaku, tapi kakak sepupu korban.

"Permasalahan awal karena masalah cowok. Menurut info kakak sepupu korban merupakan mantan pacar pelaku penganiayaan ini," kata Wakil Ketua KPPAD Kalbar, Tumbur Manalu kepada TribunPontianak.

Namun antara pelaku dan korban saling berbalas komentar di media sosial.

Hingga akhirnya pelaku merencanakan penjemputan dan penganiayaan terhadap korban.

"Di media sosial mereka saling komentar sehingga pelaku menjemput korban karena kesal terhadap komentar itu," lanjutnya.

“Semua pelaku adalah teman-teman kakak sepupunya, mereka menggunakan korban ini untuk memancing kakaknya keluar dari rumah dengan cara menjemput korban dari rumah neneknya di Jl. Cendrawasi sekitar jam 14.00,” ujar korban dikutip TribunnewsBogor.com dari BerkatnewsTV di RS Promedika.

2. Korban Dijemput di Rumah dan Dianiaya di 2 Lokasi

Saat itu, korban dijemput pelaku sore hari oleh pelaku.

Pelaku yang merupakan oknum siswi pelajar SMA ini juga meminta korban mempertemukan dengan kakak sepupunya, yang berinisial PO, dengan alasan ada yang ingin dibicarakan.

AU yang tidak mengenal para oknum menyanggupi hal itu, hingga AU bertemu dengan kakak sepupunya.

Pada saat penjemputan korban tidak menyadari, dirinya akan dianiaya.

"Ketika dibawa ke Jalan Sulawesi korban diinterogasi dan dianiaya secara brutal oleh pelaku utama tiga orang dan rekannya yang membantu ada 9 orang sehingga total ada 12 orang," kata Wakil Ketua KPPAD, Tumbur Manalu.

Korban dianiaya di dua lokasi, selain di Jalan Sulawesi, korban juga dianiaya di Taman Akcaya.

Ada tiga aktor utama yang dilaporkan korban terkait penganiayaan tersebut.

"Ada tiga orang yang dilaporkan oleh korban," kata Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Dony, Selasa (9/4/2019).

Sementara sembilan orang lainnya, membantu pelaku dalam melancarkan aksinya.

3. Penganiayaan terhadap Korban AU yang berujung merusak keperawanan

Saat tiba di lokasi inilah korban dianiaya.

Bahkan menurut informasi yang didapat, kepala korban dibenturkan ke aspal.

“Para pelaku membenturkan kepala korban dengan aspal, lalu menendang perut korban berkali-kali, serta dilakukan pencekikan dan penyiraman dengan air secara bergantian," tulis akun @syarifahmelinda

"Dan wajah korban ditendang dengan sendal gunung sehingga terjadi pendarahan dalam hidung korban serta di kepala ada benjolan dan kebanyakan luka dalam,” tambahnya.

Selain itu, pelaku diduga melukai bagian organ intim korban hingga menimbulkan bekas luka. 

4. 7 Hari Berlalu Korban Baru berani Melapor

Setelah mengalami penganiayaan, korban takut melaporkan ke orangtuanya. 

Bahkan masalah ini baru disampaikan ke orangtuanya selang 7 hari usai penganiayaa.

Korban dan orang tuanya melaporkan penganiayaan tersebut ke Polsek Pontianak Selatan, Jumat (5/4/2019)

Setelah dilaporkan ke pihak kepolisian, langsung dilakukan proses mediasi di Polsek Pontianak Selatan.

Sebenarnya sempat dilakukan mediasi pada tanggal 5 April kemarin, namun tidak ada itikad baik dari para pelaku seperti meminta maaf.

Bahkan viral dan beredar pula foto-foto para pelaku yang cengengesan selama berada di kantor kepolisian.

Sementara itu, proses penyidikan terhadap ke-12 pelaku ini hingga saat ini masih berjalan.

Kanit PPA Polresta Pontianak, Iptu Inayatun Nurhasanah mengatakan, pihaknya baru saja menerima  limpahan berkas dari Polsek Selatan.

"Kita baru saja mendapatkan limpahan berkasnya," ucap Nurhasah saat diwawancarai, Senin (8/4/2019).

Lanjut disampaikannya dalam proses pengembangan kasus ini akan memanggil pihak orangtua korban. 

"Kita akan panggil orangtua korban," ujarnya Inayatun.

Tes Kepribadian - 6 Hal Sepele ini Cerminkan Karakter Seseorang, Dari Jabat Tangan hingga Gaya Foto

Waspadai Pria Tunjukkan Alat Vital via Video Call Whatsapp, Wanita ini Ungkap Kisahnya & Viral di FB

VIRAL VIDEO Suami Gendong Istrinya Hamil 8 Bulan di Tengah Banjir Seleher, Ini Kronologi Sebenarnya

5. Wali Kota Turun Tangan

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono turun tangan atas pengeroyokan yang terjadi terhadap AU.

Edi bahkan sudah mendatangi langsung korban di rumah sakit.

Menurutnya, aksi penganiyaan yang dilakukan oknum pelajar SMA terhadap AU sangat brutal.

"Gejala-gejala yang dilakukan pelajar ini dapat memberikan dampak negatif, terutama korban," katanya.

"Kita harapkan tidak terulang lagi kasus ini, mereka juga merupakan anak dibawah umur, maka perlu investigasi secepatnya agar dapat diambil langkah dalam memberikan pembinaan," lanjutnya.

6. Supaya Pelaku Dapat Efek Jera

Wali Kota Pontianak edi Rusdi Kamtono menegaskan pelaku harus diberikan efek jera dan edukasi, agar tidak terulang kembali kejadian semacam ini di Pontianak.(TribunBogor/TribunPontianak)

Awkarin hingga Rachel Dukung Justice for Audrey

Kasus pengeroyokan siswi SMP di Pontianak saat ini tengah ramai diperbincangkan.

Empat selebriti berikut ini juga terlihat memberikan dukungan terhadap korban dengan menggunakan tagar Justice for Audrey di unggahan Instagram Story mereka.

Kasus pengeroyokan terhadap Au (14), siswi SMP di Pontianak yang dilakukan 12 siswi SMA terjadi pada Jumat (29/3/2019).

Keluarga korban sendiri mengungkapkan pihak mereka sudah memaafkan perbuatan pelaku.

Namun, keluarga korban meminta proses hukum terus berlanjut untuk memberikan efek jera terhadap pelaku yang masih duduk di bangku SMA.

“Saya maafkan dia, anak-anaknya. Tapi untuk proses hukum harus berlanjut,” ujar keluarga korban, dikutip Surya.co.id dari Tribun Pontianak.

Dirangkum Tribunnews (grup Surya.co.id) dari berbagai sumber, berikut empat selebriti yang mendukung tagar Justice for Audrey :

Awkarin

Selebgram kenamaan Karin Novilda alias Awkarin memberikan dukungannya terhadap siswi SMP di

Pontianak yang menjadi korban pengeroyokan lewat unggahan Instagram Story-nya.

Karin memberikan dukungan untuk Au.

Hari ini, Selasa (9/4/2019), Karin mengunggah tulisan tagar Justice for Audrey.

Tak hanya itu, Karin juga mengungkapkan ia akan pergi ke Pontianak jika ada waktu dan kesempatan.

Karin menyebutkan akan memperjuangkan hak korban pengeroyokan dan hak asasi wanita.

Unggahan Instagram Story Karin Novilda.

"Doakan ya, jika diberi kesempatan dan waktu, aku akan ke Pontianak.

Memperjuangkan hak Audret dan hak asasi wanita."

Cinta Kuya

Putri presenter kondang Uya Kuya, Cinta Kuya juga terlihat memberikan dukungannya untuk Au.

Ia mengunggah tangkapan layar petisi yang dibuat untuk memperjuangkan hak-hak korban.

Cinta juga menuliskan tagar Justice for Audrey dalam unggahannya hari ini, Selasa (9/4/2019).

Cinta Kuya mengunggah tangkapan layar petisi dukungan untuk Au.

Yuniza Icha

Sama seperti Cinta Kuya, Yuniza Icha juga mengunggah tangkapa layar petisi untuk Au.

Tak hanya itu, ia juga mengungkapkan pendapatnya soal kasus yang menimpa Au.

Menurut Yuniza, kasus pengeroyokan yang dilakukan para siswi SMA di Pontianak terhadap Au tidak seharusnya didiamkan.

Ia merasa khawatir akan ada Au selanjutnya jika kasus pengeroyokan tersebut tak diurus secara serius.

Yuniza Icha menandatangani petisi dukungan untuk Au.

"Gue udah ttd. Yang mau bantu Audrey, UP beritanya dengan cara ttd petisi ini ya!

Kejadian kaya gini seharusnya jangan didiemin aja.

Walaupun masih kecil kalau yang gini didiemin, bakal ada lagi yang ikut-ikutan begini atau bakal ada lagi Audrey-audrey berikutnya!!"

Rachel Vennya

Istri dari Niko Al Hakim ini juga turut membagikan tangkapan layar petisi Justice for Audrey.

Rachel Vennya mengunggah petisi dukungan untuk Au.

"Tanda tangani petisi ini, swipe up!!!" tulis Rachel Vennya.

Tak hanya itu, Rachel juga mengunggah video Au yang mengucapkan terima kasih padanya karena telah memberi dukungan.

Rachel tak lupa berterima kasih pada Au yang telah mendoakan dirinya meski tengah terbaring sakit.
Unggahan Instagram Story Rachel Vennya.

"Makasih Audrey nyempetin doain aku.

You deserve all the love in the world (Kamu pantas mendapatkan cinta di dunia ini).

Para Pelaku Malah Asyik Snapgram di Kantor Polisi

Ketiga pelaku utama menurut informasi sudah diamankan di kantor polisi.

Namun ironisnya, dilansir dari twit baru @syarifahmelinda, ketiga pelaku itu terlihat biasa saja dan tidak menunjukkan rasa bersalah dari mukanya.

Bahkan mereka asyik membuat snapgram boomerang, sambil tersenyum. 

Para pelaku di kantor polisi.
Para pelaku di kantor polisi. (Twitter @syarifahmelinda)

(Tribunnews.com/Pravitri Retno W)

Editor: Tri Mulyono
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved