Sosok

Potret Farah Fauziah, Dituntut Lebih Detail

Farah Fauziah sudah aktif memproduksi film independen sejak masih berstatus mahasiswa di Hubungan Internasional Universitas Airlangga

Potret Farah Fauziah, Dituntut Lebih Detail
istimewa
Potret Farah Fauziah 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pekerja perempuan di balik layar memang tak sebanyak laki-laki. Apalagi dalam pendidikan, tak banyak perempuan yang memilih untuk belajar di bidang teknis film. Hal ini tak berlaku bagi Farah Fauziah.

Perempuan kelahiran Surabaya, 28 Juni 1993 tersebut sudah aktif memproduksi film independen sejak masih berstatus mahasiswa di Hubungan Internasional Universitas Airlangga. Kini, Farah tengah menjalani pendidikan S2 di University of York, Inggris, program Digital Film and Television Production.

"Kampus saya salah satu sekolah perfilman terbaik di Inggris and Wales. Waktu cari sekolah film, yang saya lihat itu modulnya, fasilitasnya, lalu kotanya," kata Farah, Rabu (10/4/2019).

Meski jumlah perempuan di jurusannya juga kalah banyak dari laki-laki, para perempuan memiliki tugas pentingnya sendiri, yakni mengutamakan detail.

Alumnus SMA Negeri 6 Surabaya ini menuturkan perempuan yang menjadi Director of Photography (DoP) masih jarang karena sangat teknis, dan kamera yang digunakan berukuran besar sekali.

"DoP ini yang bertugas membangun visual film secara angle, dan lighting, jadi atasannya kameramen dan kru lighting. Apapun yang kamu lihat di layar, itu jerih payah DoP," sambungnya.

Peraih 2nd Place Malaysian Eistedfodd  International Choir Competition 2010 ini menambahkan, seorang DoP harus berhati-hati karena berurusan dengan kamera super mahal dan lensa profesional.

Alat-alat tersebut sangat berat dan canggih, serta penuh tuas untuk dikunci.

"Begitu jadi DoP, fokus dengan kamera dan lensanya, posisi pengambilannya, serta lightingnya," ujarnya.

Menjadi seorang DoP menurutnya butuh kerja keras.

Bahkan, Farah merasa ia tak perlu olahraga di gym untuk menurunkan berat badan.

"Seringkali kalau shot-nya sangat mengintimidasi, harus kita yang bawa kamera di bahu. Jalan, mengikuti aktor. Fokus puller ikut di sebelah kita, lighting department jalan mundur di belakang kita, sound person juga ikut. Bayangkan aja seberapa beratnya bawa kamera itu. Belum lagi kalau adegan berkelahi. Ya begitulah, it's a good cardio!" tutupnya.

Tags
film
kamera
Penulis: Delya Octovie
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved