Berita Surabaya

KPI Soroti Peran Wanita di Politik, Parpol Disebut Enggan Pasang Caleg Perempuan karena Alasan ini

KPI soroti peran wanita di politik, parpol disebut enggan pasang caleg perempuan karena alasan ini.

KPI Soroti Peran Wanita di Politik, Parpol Disebut Enggan Pasang Caleg Perempuan karena Alasan ini
surya.co.id/delya octovie
Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) diskusi soal peran perempuan di ranah politik di Surabaya, Rabu (10/4/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) menggelar diskusi soal peran perempuan dalam ranah politik di Midtown Hotel Surabaya, Rabu (10/4/2019).

Sekretaris KPI Jember mengatakan, caleg perempuan masih jarang ditemui dan terkesan dihalang-halangi ketika ingin maju.

Padahal, keberadaan caleg perempuan, menurutnya, dapat membantu mengangkat isu-isu sosial, kesetaraan gender, hingga ibu dan anak yang ia yakini tidak akan tersentuh bila tidak dicetuskan oleh perempuan sendiri.

"Isu-isu tersebut tidak akan tersentuh sama sekali kalau perempuan tidak ada di sana. Memang harus kita dukung yang visi-misinya juga sesuai dengan kita," ujarnya.

Pihaknya masih menemukan kecurangan-kecurangan di daerah Jember, satu di antaranya soal kertas suara hilang untuk caleg perempuan yang berjumlah hingga 250 kertas.

"Makanya kali ini kami bekerja sama dengan Bawaslu. Intinya, jangan sampai suara perempuan habis di level bawah," imbuhnya.

Sedangkan Devi Febriana, anggota Dewan Kelompok Kepentingan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa KPI Tuban meyakini masih banyak daerah yang mengajukan caleg laki-laki, meski KPI telah spesifik meminta caleg perempuan.

Ia mengatakan, caleg yang diajukan selalu laki-laki dengan alasan kapasitasnya lebih baik.

"Kami sudah bilang kalau kami cari perempuan, tetapi selalu diajukan caleg laki-laki," tuturnya.

Ketika bertemu dengan caleg perempuan, Devi mengaku masih tidak puas, karena caleg yang ditemui rupanya hanya bertujuan untuk 'melengkapi' daftar caleg.

"Kami pernah bertemu, itu dia mencalonkan bareng suaminya. Ia bilang, 'saya cuma melengkapi saja'. Bagaimana kita bisa berperan untuk mendukung suara perempuan kalau seperti itu alasannya?" ucapnya.

Devi berharap ada calon wakil rakyat perempuan lainnya yang benar-benar serius mengemban tugasnya.

"Karena saya melihat, itu terjadi tidak hanya di satu partai, tapi banyak," tutupnya.

Penulis: Delya Octovie
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved