Berita Sumenep

Dianggap Sewa Kios Kemahalan, Pasar Anom Baru Sumenep Tak Diminati Pedagang

Kondisi Blok A Pasar Anom Baru Sumenep tak diminati pedagang lantaran harga sewa kios yang dianggap terlalu mahal

TribunMadura.com/Ali Hafidz Syahbana
Kondisi Pasar Anom Baru Sumenep yang tak diminati pengunjung dan pedagang yang semrawut. Rabu, (10/4/2019). 

SURYA.co.id | SUMENEP - Kondisi Blok A Pasar Anom Baru Sumenep tak diminati pedagang, Rabu (10/4/2019). Bahkan, kondisi lapak dan aktivitas di pasar tersebut kini makin semrawut.

Pasar Anom Baru Sumenep yang dikeloka PT BPRS Bhakti Sumekar tidak laku karena biaya sewa toko, stand dan kios terlalu mahal. Lantaran hal itu, para pedagang lebih memilih berjualan di trotoar.

"Mahal di sana, sewanya terlalu tinggi, di sini saja tidak apa-apa," kata Marwa, pedagang sayur mengaku pada TribunMadura.com (grup surya.co.id).

Dari penelurusan, syarat dan ketentuan pembelian secara tunai lantai dua Pasar Anom Baru Sumenep tersebut di antaranya, toko A total harga Rp 232.000.000, toko B Rp 255.200.000, toko C Rp 167.475.000, toko D Rp 188.500.000, toko E Rp 191.400.000.

Sementara pembelian secara tunai total harga untuk stand A Rp. 174.000.000, stand B Rp. 191.400.000. Dan untuk kios total harga Kios C Rp. 80.000.000, dan kios D Rp. 88.000.000.

Di tempat terpisah, Direktur Utama PT BPRS Bhakti Sumekar Sumenep, Novi Sujatmiko, menyampaikan bahwa 90 persen toko, stand dan kios di Blok A Pasar Anom Baru milik perusahaannya.

"Kami dengan tim sebenarnya sudah berupaya untuk pemasaran toko tersebut. Namun itu kembali lagi pada masyarakat. Kalau kemudian itu tidak laku, ya tidak laku itu saja," kata Novi Sujatmiko saat ditemui TribunMadura.com.

Pihaknya mengaku, tidak diminatinya blok A tersebut sudah menjadi bahan evaluasi.

Jika kemudian kembali pada harga, pihaknya sudah memberikan konsep pola sewa.

"Kami sudah sering koordinasi dengan Dinas Perdagangan, bagaimana itu cepat laku. Tapi prinsipnya, laku tidak laku ini yang rugi BPRS. Bukan yang rugi Masyarakat atau Pemda, itu saja," paparnya.

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

Penulis: Ali Hafidz Syahbana
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved