Bekas Ketua Umum GP Ansor Nusron Wahid Dalam Pusaran Kasus 400 Ribu Amplop untuk Serangan Fajar Bowo

Tersangka KPK dalam kasus ' 400 ribu amplop untuk serangan fajar', Bowo Sidik Pangarso menyeret nama bekas Ketua Umum GP Ansor, Nusron Wahid.

Bekas Ketua Umum GP Ansor Nusron Wahid Dalam Pusaran Kasus 400 Ribu Amplop untuk Serangan Fajar Bowo
Kompas.com
Bekas Ketua Umum GP Ansor Nusron Wahid Dalam Pusaran Kasus 400 Ribu Amplop untuk Serangan Fajar Bowo 

"Perlu dicermati lebih lanjut di proses penyidikan ini tetapi sejauh ini bukti yang kami miliki adalah jelas untuk satu orang tersangka apakah akan bertambah atau ada pengembangan nanti kita lihat fakta-fakta berikutnya," kata Febri.

Dalam kasus ini, anggota DPR Bowo Sidik Pangarso diduga sudah menerima uang sebanyak enam kali dengan nilai mencapai Rp 221 juta dan 85.130 dollar Amerika Serikat.

Pihak terduga pemberi suap adalah Marketing Manager PT HTK Asty Winasti.

Uang itu diduga berkaitan dengan commitment fee untuk membantu pihak PT HTK menjalin kerja sama penyewaan kapal dengan PT PILOG. Penyewaan itu terkait kepentingan distribusi.

Di sisi lain, KPK menduga ada penerimaan dari sumber lain oleh Bowo, terkait jabatannya sebagai anggota DPR. Saat ini, KPK masih menelusuri lebih lanjut sumber penerimaan lain tersebut.

Sebab, KPK menemukan 400.000 amplop berisi pecahan Rp 20.000 dan Rp 50.000 dalam 82 kardus dan 2 kotak wadah plastik. Nilainya diperkirakan mencapai Rp 8 miliar.

Editor: Iksan Fauzi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved