Bekas Ketua Umum GP Ansor Nusron Wahid Dalam Pusaran Kasus 400 Ribu Amplop untuk Serangan Fajar Bowo

Tersangka KPK dalam kasus ' 400 ribu amplop untuk serangan fajar', Bowo Sidik Pangarso menyeret nama bekas Ketua Umum GP Ansor, Nusron Wahid.

Bekas Ketua Umum GP Ansor Nusron Wahid Dalam Pusaran Kasus 400 Ribu Amplop untuk Serangan Fajar Bowo
Kompas.com
Bekas Ketua Umum GP Ansor Nusron Wahid Dalam Pusaran Kasus 400 Ribu Amplop untuk Serangan Fajar Bowo 

Sebanyak 400 ribu amplop untuk serangan fajar itu ditemukan oleh KPK berisi pecahan uang Rp 20.000 dan Rp 50.000, tertata dalam 82 kardus dan dua kotak plastik.

Diduga, uang itu akan digunakan sebagai praktik politik uang terkait pencalonan keduanya dalam pemilu pada 17 April nanti

Nusron Wahid, membantah tuduhan Bowo yang menyebut dirinya memberi perintah menyiapkan uang-uang itu.

"Tidak benar," ujar Nusron saat dikonfirmasi Kompas.com (jaringan SURYA.co.id), Selasa (9/4/2019).

Nusron tidak banyak memberi tanggapan saat ditanya terkait hal ini.

Ia pun tidak memberi jawaban ketika ditanya terkait hubungan dan komunikasinya dengan Bowo Sidik Pangarso.

Awal kasus

Dalam kasus ini, KPK memeriksa Bowo Sidik Pangarso dalam kasus suap penyewaan kapal yang dilakukan PT Pupuk Indonesia Logistik (PILOG) terhadap PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK) untuk kepentingan distribusi.

Sejauh ini KPK menetapkan satu orang dari pihak PT HTK sebagai tersangka, yakni sang Marketing Manager Asty Winasti.

Selain Asty, ada juga sejumlah orang yang ditetapkan sebagai tersangka, salah satunya Bowo Sidik Pangarso.

Halaman
1234
Editor: Iksan Fauzi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved