Sambang Kampung RT 10 RW 2 Kutisari

Warga RT 10 RW 2 Kutisari Galang Semangat Kebersamaan lewat Hias Gang dengan Mural

Warga RT 10 RW 2 Kutisari galang semangat kebersamaan lewat hias gang dengan mural.

Warga RT 10 RW 2 Kutisari Galang Semangat Kebersamaan lewat Hias Gang dengan Mural
surya.co.id/ahmad zaimul haq
Warga melintas di salah satu sudut gang Kampung Kutisari yang penuh dengan mural. 

SURYA.co.id | SURABAYA  - Perkampungan di Kota Surabaya semakin terkikis dengan berbagai bangunan baru. Seperti kawasan RT 10 RW 2 Keluraha Kutisari, Kecamatan Tenggilis Mejoyo, Kota Surabaya yang mulai kehilangan lahan kosong.

Pasalnya kawasan kampung di jalan Kutisari Utara V ini banyak didirikan bangunan kos baru. Sehingga menghilangkan semangat warganya untuk memulai berbagai kegiatan lingkungan.

Tak kehabisan ide, pengurus RT kemudian giat menggalakkan kompetisi hias gang di kampung ini. Sejumlah gang mulai berhias dengan ketrampilan warga yang ada.

Miharso, Ketua RT 10 RW 2 mengungkapkan sejak banyak lahan kosong di bangun kos. Warga seolah kehilangan gairah untuk aktif dalam kegiatan kampung.

"Momen menghidupkan suasana kampung ya saat 17 Agustus, isra mi'raj begitu. Kami adakan lomba hias gang dengan modal dari warga,"urainya.

Meskipun sederhana, menurut Miharso hal ini menimbulkan semangat kebersamaan warga. Bahkan warga merasa memiliki kampungnya yang mulai dihias secara sederhana.

"Ada yang gangnya itu ditinggali pelukis jadi bisa di buat lukisan bagus-bagus. Ada juga yang warga ala kadarnya yang penting berwarna,"urainya.

Keseruan ini juga disambut oleh warga lainnya. Mereka tak segan berswafoto di setiap lukisan yang disukai. Bagi mereka suatu kebanggaan kampungnya mampu berbenah.

"Jadi meskipun kami sudah nggak ada kegiatan lingkungan, gregetnya warga tetap ada untuk setiap kegiatan. Kami pengurus hanya mendukung saja,"lanjutnya.

Sumardi (42), warga kampung mengungkapkan setiap warga boleh menggambar apapun yang diinginkan. Paling dasar, warga akan mulai mengecat jalanan kampung.

"Nggak semua gang ada tembok kosong buat dilukis. Jadi kadang ada juga yang di cat di jalan. Anak kecil suka sekali itu," tuturnya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved