Berita Mojokerto

Usia 4 Tahun, Berat Badan Bocah di Mojokerto hanya 5,5 Kg, Ibunya Meninggal sejak Fajar 17 Bulan

Usia 4 Tahun, berat badan bocah di Mojokerto hanya 5,5 kilogram, ibunya meninggal sejak Fajar usia 17 bulan.

Usia 4 Tahun, Berat Badan Bocah di Mojokerto hanya 5,5 Kg, Ibunya Meninggal sejak Fajar 17 Bulan
surya.co.id/danendra kusumawardana
Asmiatun, sang nenek menimbang berat badan Ahmad Fajar, Selasa (9/4/2019). 

Surya.co.id l Mojokerto - Ahmad Fajar (4) balita warga Dusun Jatikumpul, Desa Mojokumpul, Kemlagi, Kabupaten Mojokerto memiliki berat badab tak normal yakni 5,5 kilogram. Kaki dan tangannya terlihat tinggal tulang dan kulit. Selain itu, kaki dan tangan Fajar kaku tak bisa digerakkan.

Fajar dirawat oleh nenek dan kakeknya, Asmiatun (49) dan Jumbadi (54). Sebab, sang ibu Yunita meninggal dunia pada 2016.

Sedang ayahnya tak tinggal serumah dengan Fajar dan hanya sesekali menjenguk anaknya sambil  membawa susu untuk dia.

"Ibunya meninggal karena infeksi paru-paru. Ibunda Fajar bekerja sebagai sinden. Jam kerjanya acap kali malam hari. Menurut dokter infeksi paru-paru yang diderita Yunita, karena angin malam," ujar Asmiatun ditemui di rumahnya, Selasa (9/4/2019).

Menurut dia, Yunita sempat dirawat 15 hari dirawat di RSUD Dr Soetomo, Surabayaa. Namun, nyawanya tak tertolong. Saat itu usia Fajar masih 17 bulan.

Menurunnya berat badan Fajar, tambah Asmiatun, disebabkan keracunan air ketuban saat masih di rahim ibunya. Hal itu diungkapkan Asmiatun atas dasar diagnosa dokter.

Sebelum melahirkan, Yunita dirawat di Rumah Sakit bersalin di Mojokerto. Karena air ketuban telah pecah dan berwarna kekeruhan, Yunita pun dirujuk ke RSUD Dr Soetomo.

"Fajar lahir di RSUD Dr Soetomo. Kelahiran Fajar normal, tangan dan kakinya masih bisa ditekuk. Namun kata dokter Fajar sudah telanjur keracunan air ketuban yang berwana keruh. Saat lahir Fajar tak menangis serta tak bernapas selama 5 menit. Kemudian para dokter memberikan pertolongan kepada Fajar hingga bisa bernapas," ungkapnya.

Meski bisa bernapas, lanjut Asmiatun, Fajar tak kunjung menangis. Fajar tak menangis hingga 19 hari.

"Setelah dirawat selama 19 hari, akhirnya Fajar bisa menangis. Kemudian, Fajar diperbolehkan pulang," lanjutnya.

Halaman
12
Penulis: Danendra Kusumawardana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved