Berita Magetan

Nenek 77 Tahun di Magetan Ditemukan Tewas di Dasar Sungai, Sehabis Subuh Tinggal Rumah Tanpa Pamit

Nenek 77 tahun di Magetan ditemukan tewas di dasar sungai, sehabis salat Subuh tinggal rumah tanpa pamit.

Nenek 77 Tahun di Magetan Ditemukan Tewas di Dasar Sungai, Sehabis Subuh Tinggal Rumah Tanpa Pamit
surya.co.id/doni prasetyo
Rumah nenek Sulami (77) korban terpeleset dan terjun ke Sungai Gandong, di Jalan Raung, Kelurahan/Kabupaten Magetan dipenuhi warga, Selasa (9/4/2019). 

SURYA.co.id | MAGETAN - Nenek Sulami (77) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dasar sungai sedalam 30 meter, Selasa (9/4/2019).

Nenek warga RW 2 Jalan Raung Kelurahan Magetan ini sejak sehabis Subuh meninggalkan kamarnya tanpa pamit keluarga.

Kebiasaan ini sering dilakukan sang nenek, bahkan kelurga pernah mencarinya dan diketahui bersembunyi di dalam tong di lokasi.

Namun, anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Magetan pada Selasa ini menemukan nenek Sulami dalam kondisi meninggal dunia. Ia digua terpeleset dan jatuh ke sungai Gandong Magetan sedalam 30 meter, Selasa (9/4/2019).

Menurut Ketua RW 3 Kelurahan/Kabupaten Magetan Iqbal, nenek Sulami ini sudah sejak beberapa hari ini selalu berada di TKP, tapi karena selalu diikuti anak lakinya, korban diajak pulang untuk menjauhi tebing sungai Gandong yang longsor yang menyebabkan badan Jalan Thamrin, di wilayah RW 3, itu putus sejak lebih setahun lalu yang hingga kini Pemkab Magetan belum terlihat akan memperbaiki.

"Cerita Wawan, anak nenek Sulami, sebelum terpeleset jatuh ke sungai Gandong, korban beberapa hari selalu berada ditempat itu. Padahal rumahnya berada di RW 2 Jalan Raung. Tapi berhasil diajak pulang Wawan,"kata Ketua RW 3 Iqbal kepada Surya, Selasa (9/4).

Dilokasi longsor, lanjut Iqbal, Nenek Sulami pernah hilang, setelah dicari beberapa waktu, anaknya menemukan Ibunya yang dikatakan sudah menurun daya ingatnya itu, bersembunyi didalam tong yang digunakan untuk pagar jalan putus.

"Anaknya cerita, kalau ibunya pernah besembunyi di dalam tong yang digunakan pagar pengaman untuk pejalan kaki agar tidak terperosok masuk jurang yang dibawahnya terdapat sungai Gandong itu,"jelas Iqbal.

Tapi, Selasa (9/4) itu seusai sholat Subuh, korban dicari dikamarnya sudah tidak ada, kemudian anaknya Wawan langsung mencari di Jalan Thamrin yang putus itu. Namun hanya ditemukan dua sandal korban berada ditepi bibir jurang.

"Melihat sepasang sandal itu berada di bibir jurang jalan putus itu, anaknya berinisiatif lapor ke Polsek Kota, yang kemudian ditindaklanjuti ke BPBD oleh Polisi,"ujat Iqbal.

Halaman
12
Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved