Berita Surabaya

Dishub Surabaya Sosialisasi Larangan Merokok saat Berkendara, Begini Tanggapan Pengendara

Dishub Surabaya mulai sosialisasi Permenhub PM No 12/2019 tentang Larangan Merokok saat Berkendara ke sejumlah pengendara di Kota Pahlawan

Dishub Surabaya Sosialisasi Larangan Merokok saat Berkendara, Begini Tanggapan Pengendara
surya/pipit maulidiya
Petugas Dishub Surabaya saat memberikan sosialisasi larangan merokok bagi pengendara sepeda motor dan mobil, Selasa (9/4/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Dishub Surabaya mulai sosialisasi Permenhub PM No 12/2019 tentang Larangan Merokok saat Berkendara ke sejumlah pengendara di Kota Pahlawan. Sosialisasi ini mendapatkan tanggapan beragam dari masyarakat Surabaya.

Ada yang setuju dan tidak setuju. Fransisca Wijaya (31) salah seorang pengendara sepeda motor saat sosialisasi Dishub Surabaya mengaku setuju dengan penegakkan aturan tersebut. Fransisca mengaku seringkali jadi korban putung rokok dan asap saat berkendara menggunakan sepeda motor dan ia anggap sangat mengganggu kenyamanan berkendara.

"Suka sebal saat lampu merah, terus ada sopir angkutan umum atau pengendara lain yang ngerokok kebal-kebul asapnya. Terus pernah beberapa kali putung rokok pengendara bikin kelilipan, itu bikin males sih," cerita Fransisca jengkel.

Satria Sukma (29), pengendara mobil menambahkan setuju dengan pelarangan merokok bagi pengendara.

Menurutnya, merokok di sembarangan tempat memang mengganggu kenyamanan orang lain.

"Apalagi bagi kami yang ingin berhenti merokok, hehe cobaan besar. Tapi memang bagi perokok, merokok saat berkendara bisa menghilangkan kebosanan dan kantuk. Ada baiknya juga kalau tidak merokok sembarangan di jalan. Buang putung rokok juga tidak sembarangan lagi," tukas Satria yang setuju tapi masih berat sambil bercanda.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, sosialisasi ini artinya para pengendara yang mengendarai kendaraan dengan merokok, akan mendapatkan teguran dengan diberhentikan dan diberikan informasi.

Menurut Kepala Dishub Surabaya, Irvan Wahyudrajat, sosialisasi ini akan berlangsung hingga akhir April 2019.

"Iya kami masih sosialisasi sebulan. Nanti juga ada operasi gabungan dengan Satlantas Polrestabes Surabaya. Kami agendakan kampanye untuk penerapan undang-undang larangan merokok saat berkendara," terang Irvan.

Irvan melanjutkan sosialisasi ini dilakukan berdasarkan pada UU Nomor 22/2009 tentang LLAJ dan Permenhub Nomor PM 12/2019.

Dalam peraturan tersebut dijelaskan tiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib mengemudikan kendaraannya dengan wajar dan penuh konsentrasi.

Pengemudi dilarang merokok dan melakukan aktivitas lain yang mengganggu konsentrasi ketika sedang mengendarai sepeda motor.

Irvan menerangkan setelah sosialisasi nanti, pihaknya baru menindak dan memberi sanksi dari pelanggaran tersebut yang mengacu pada UU No 22/2009 berupa pidana kurungan paling lama 3 bulan atau denda paling banyak sebesar Rp 750.000.

Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved