Rumah Politik Jatim

Hayono Isman Komitmen Cetak Wirausaha Muda Agar Lapangan Kerja Terbuka

Hayono terus mengajak serta memberikan motivasi kepada anak-anak muda untuk berani membuka usaha.

Hayono Isman Komitmen Cetak Wirausaha Muda Agar Lapangan Kerja Terbuka
surya.co.id/istimewa
Hayono Isman, Calon Anggota DPR RI Dapil Jatim I dari Partai NasDem, komitmen ciptakan pengusaha baru agar lapangan pekerjaan terbuka. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Calon anggota DPR RI Dapil Jatim I dari Partai NasDem, berkomitmen untuk menumbuhkan semangat berwirausaha di kalangan anak muda Surabaya dan Sidoarjo, guna membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat.

Menurut mantan Menpora era Kabinet Pembangunan VI ini mengatakan, keberadaan para pebisnis muda akan memperkuat kewirausahaan nasional untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Untuk itu, Hayono terus mengajak serta memberikan motivasi kepada anak-anak muda untuk berani membuka usaha.

Dengan begitu, lapangan pekerjaan akan tumbuh dan kesejahteraan bisa meningkat.

"Kita harus senantiasa menciptakan lapangan kerja sebanyak-banyaknya. Kita juga harus melahirkan pengusaha-pengusaha baru supaya lapangan pekerjaan itu semakin bertambah," kata Hayono, di Surabaya.

Politisi senior itu menambahkan, dengan banyaknya pengusaha baru, maka peluang akan semakin luas untuk terbukanya lapangan pekerjaan baru, sehingga juga pengangguran bisa berkurang.

Lebih lanjut, Hayono menilai, ketersediaan lapangan pekerjaan menjadi hal pokok, utamanya untuk menghadapi bonus demografi.

Hayono berharap dengan tercetusnya pengusaha-pengusaha baru nantinya dapat menambah peluang ketersediaan lapangan kerja bagi masyarakat.

"Kami ingin senantiasa menciptakan lapangan pekerjaan, karena gak lama lagi di tahun 2020 kita akan mengalami yang namanya bonus demografi," ujarnya.

Dengan potensi itu pula, Hayono Isman menegaskan bahwa Indonesia harus mengambil manfaat dari bonus demografi tersebut.

Dirinya ingin menyiapkan anak muda untuk bisa produktif dan inovatif.

"Kalau jumlah yang besar ini, kita tidak memiliki skill yang dibutuhkan oleh zamannya. Maka dapat dibayangkan kelompok yang besar ini tidak menjadi aset bangsa, justru akan menjadi beban bangsa," tutup Hayono.

Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved