Pemilu 2019

Bawaslu Jatim Terjunkan 130 Ribu Pengawas Berpatroli Antisipasi terhadap Hal-hal begini 

Bawaslu Jatim terjunkan 130 ribu pengawas berpatroli antisipasi terhadap hal-hal begini. 

Bawaslu Jatim Terjunkan 130 Ribu Pengawas Berpatroli Antisipasi terhadap Hal-hal begini 
surya.co.id/bobby constantine koloway
Totok Hariyono, Komisioner Bawaslu Jatim 

SURYA.co.id | SURABAYA - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Timur menerjunkan ratusan ribu pengawas jelang hari H pemungutan suara, 17 April 2019. Para petugas tersebut secara khusus akan antisipasi terhadap politik uang (money politics) jelang pemilu.

"Sampai sekarang memang belum ada yang telah terbukti di dalam tindakan politik uang. Namun, yang perlu menjadi catatan, potensi politik uang itu ada," kata Totok Hariyono, Komisioner Bawaslu Jatim, ketika dikonfirmasi di Surabaya, Senin (8/4/2019).

Saat ini, pihaknya tengah memetakan wilayah berdasarkan potensi yang rawan terhadap politik uang tersebut.

"TPS rawan itu yang rawan politik uang. Bagaimana peluang politik uang ada di TPS itu," jelasnya.

Menurutnya, ada beberapa indikator politik uang terjadi di masyarakat. "Misalnya, dari sosial masyarakatnya, dari kecenderungannya, dan beberapa aspek lain," katanya.

Oleh karenanya, sebagai bentuk antisipasi pihaknya memiliki program patroli yang akan dilaksanakan sejak masa tenang pemilu hingga hingga pemungutan suara.

Tidak tanggung-tanggung, pengawas yang diturunkan mencapai sekitar 130 ribu pengawas atau setara dengan jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Jatim.

"Kami patroli pengawasan sampai Hari H. Semua petugas akan turun dan berkeliling ke pelosok daerah," katanya.

Diharapkan, dengan keberadaan para pengawas, para pelaku yang akan melakukan politik uang dapat berpikir ulang.

"Minimal ada aspek psikologis dengan turunnya para pengawas ini," katanya.

Halaman
12
Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved