Berita Surabaya

Hadapi Industri 4.0, Wardah dan ITS Kolaborasi Ajak Mahasiswa Kembangkan Skill sebagai Manusia

Industri 4.0 yang serba cepat, kemampuan manusia mengendalikan emosi jangan ditinggalkan, justru manusia harus makin manusia

Hadapi Industri 4.0, Wardah dan ITS Kolaborasi Ajak Mahasiswa Kembangkan Skill sebagai Manusia
SURYA.co.id/Delya Octovie
Wardah dan mahasiswa Fakultas Teknik Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, berkolaborasi menggelar seminar sekaligus beauty class bertema 'Let's Improve Yourself', Sabtu (6/4/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Menghadapi revolusi industri 4.0, bukan teknologi yang perlu dikembangkan, melainkan manusia.

Pemikiran ini yang ingin diperkenalkan oleh Fakultas Teknik Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, yang berkolaborasi dengan Wardah untuk menggelar seminar sekaligus beauty class bertema 'Let's Improve Yourself', Sabtu (6/4/2019).

Deretan pematerinya adalah Christopher Tobing, Managing Director Big Change Agency dan Director NusantaRun, beauty vlogger Nadya Aqilla, Avicena H. dan Alfiano Fuadi.

"Kami menggelar seminar tentang Sumber Daya Manusia (SDM) yang dibutuhkan industri 4.0, dan yang kedua mengajak untuk 'let's improve yourself'. Kami ingin mahasiswa setelah tahu SDM apa yang diputuhkan, tahu juga bagaimana caranya jadi SDM tersebut," kata Ali Fikri, ketua pelaksana seminar.

Ia ingin lewat seminar ini, mahasiswa mau mengembangkan diri dengan baik, karena masih ada mahasiswa yang empat tahun kuliah hanya menelan akademik, dan tidak mengasah soft skill.

Mahasiswa semester 4 Teknik Mesin ini menambahkan, industri 4.0 akan banyak mengandalkan robot.

Tetapi, robot tidak punya empati, kreativitas dan problem solving.

"Intinya SDM yang dibutuhkan itu yang bisa memecahkan masalah. Robot kan tidak mungkin, mereka hanya sesuai instruksi. Dengan adanya seminar ini, saya berharap masyarakat bisa mendapat gambaran dunia pasca-kampus, dan tahu cara gimana mereka bisa berkembang," ujarnya.

Satu di antara pembicara, Christopher Tobing, mengatakan ia ingin mahasiswa bisa bertahan di industri 4.0 dengan alih-alih kejar-kejaran dengan robot, siap mengembangkan diri agar bisa menjadi versi manusia yang lebih baik.

Untuk menjadi manusia berkualitas, ia mengajak mahasiswa untuk mengembangkan koneksi, keluar dari zona nyaman, lebih percaya diri dan bisa mengontrol emosi.

"Industri 4.0 yang serba cepat, kemampuan manusia mengendalikan emosi jangan ditinggalkan, justru manusia harus makin manusia," tegasnya.

Christopher juga berharap mahasiswa bisa mempersiapkan diri lebih kuat dari segi komunikasi antar manusia.

Jangan sampai ilmu teknik yang dimiliki tak tersalurkan karena minim kemampuan komunikasi.

"Jangan-jangan industri sudah 4.0, tapi kita masih 1.0. Kita butuh dua-duanya, manusia dan skill. Seperti cara presentasi, memengaruhi, meyakinkan. Sebagus-bagus ide, kalau tidak bisa meyakinkan eksekusi, investasi, tidak bisa," pungkasnya.

Penulis: Delya Octovie
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved