Pilpres 2019

Prabowo Sarankan Soeharto Mundur dari Kursi Presiden, Ini Alasan Eks Danjen Kopassus

Mundurnya Soeharto dari kursi Presiden pada Mei 1998 tak lepas dari saran eks Danjen Kopassus Prabowo Subianto.

Prabowo Sarankan Soeharto Mundur dari Kursi Presiden, Ini Alasan Eks Danjen Kopassus
instagram
Prabowo, Soeharto dan Tri Sutrisno. Prabowo Sarankan Soeharto Mundur dari Kursi Presiden, Ini Alasan Eks Danjen Kopassus 

SURYA.co.id | JAKARTA - Mundurnya Soeharto dari kursi Presiden pada Mei 1998 tak lepas dari saran eks Danjen Kopassus Prabowo Subianto.

Prabowo mengaku ikut menyarankan Soeharto mundur karena rasa cinta dan loyalitasnya kepada sang mertua-sebelum cerai dari Titiek Soeharto.

"Waktu itu saya ikut menyarankan agar presiden Soeharto mengundurkan diri. Bukan saya engga loyal pada pak Harto justru saya loyal dan cinta sama pak Harto," ujar Prabowo.

Calon presiden nomor urut 02 itu menyampaikan pernyataan tersebut ketika didaulat memberikan sambutan di acara deklarasi dukung Gerakan elaborasi rektor, akademisi dan aktivis Kampus Indonesia (Geraaak) di Balai, Kartini, Jakarta, Jumat, (5/4/2019).

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga mengaku mendukung gerakan reformasi.

Dukungan tersebut dilakukan karena ia sadar bangsa Indonesia saat itu dikelola secara salah oleh para elite.

Pengelolaan yang salah itu, yakni larinya kekayaan Indonesia ke luar negeri.

"Inti penyakit bangsa Indoneaia adalah bahwa kekayaan bangsa Indonesia tidak tinggal di Indonesia, dan ini sudah terjadi puluhan tahun dan ini harus kita akui sebagai kegagalan elite Indonesia," katanya.

"Ini bagian dari kegagalan saya karena saya dulu elite, elite tentara dan saya berusaha memperbaiki elite dari dalam makanya kami dukung gerakan reformasi," beber Prabowo.

Prabowo mengaku saat itu mendukung reformasi meskipun penguasa rezimnya adalah mertunya sendiri.

Halaman
1234
Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved